Bimas IslamDirectorate General of Islamic Community Guidance

Konflik Nikah Beda Agama, KUA Revitalisasi Mesti Susun Strategi

Jakarta, Bimas Islam -- Guru Besar IAIN Fatthul Muluk Papua, Idrus Alhamid menuturkan, konflik keagamaan, terutama di wilayah timur Indonesia memiliki potensi yang cukup besar, salah satunya terkait nikah beda agama.
 
Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber pada kegiatan Konsolidasi Kelembagaan KUA dan Manajemen Pimpinan, Selasa (11/7/2023) di Jakarta, yang dihadiri perwakilan Kankemenag Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan NTT.
 
Menurutnya, KUA Revitalisasi harus dapat menyusun kebijakan dan strategi untuk mengatasi konflik tersebut.
 
"KUA Revitalisasi harus menyusun kebijakan dan strategi yang mampu menyokong mitigasi konflik (akibat nikah beda agama) tadi," ucapnya.
 
Antisipasi ketegangan di masyarakat akibat nikah beda agama, kata Idris, bisa dilakukan dengan penyampaian konsep kebersamaan. Di samping itu, nilai-nilai moderasi beragama juga perlu ditanamkan kepada masyarakat melalui pemanfaatan sarana keagamaan seperti Balai Nikah.
 
"Pemanfaatan Balai Nikah bisa dilakukan dalam implementasi nilai-nilai moderasi. Balai ini bisa digunakan pertemuan diskusi, mitigasi, dan lainnya," ujarnya.
 
"Moderasi beragama sebuah solusi, bukan somasi. Keberagaman dipahami sebagai jalan damai kehidupan manusia," tegasnya.
 
Msk/Mr
*Fotografer: Khikam
Related Hashtags:
#ModerasiBeragama#InfoNikah#KUA#BimasIslam#KemenagRI

Contributors & Work Unit

Click any contributor or work unit to explore related news.

Reporter
Bimas Islam
Reporting & News WritingView reporter articles
Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Copy Editing & CurationView editor articles
Photographer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Visual & Photo DocumentationView photo archives
Work Unit
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenView unit news
Officially published by the Ministry of Religious Affairs RI.

Baca Selanjutnya

Lihat semua