Jakarta, bimasislam --- Abdurrahman Muhammad Bakri, penghulu pada KUA Trucuk, Klaten Jateng, cukup fenomenal. Dia mendapatkan penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai aparatur negara yang paling banyak melaporkan uang gratifikasi kepada lembaga anti risywah mengalahkan para pejabat tinggi negara, termasuk presiden.
Hari ini di hotel Mercure, Jakarta (2/4), Bakri mendapat penghargaan dari Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, sebagai ASN yang berintegritas, bertepatan pada pembukaan Rapat Koordinasi Kebijakan Pengawasan yang diselenggarakan oleh Inspektorat Jenderal Kemenag RI.
Dalam sambutannya, Menag LHS menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Bakri yang telah mengharumkan nama penghulu Indonesia karena rutin melaporkan kepada KPK terkait uang gratifikasi yang diberikan oleh masyarakat yang telah mendapatkan pelayanan nikah. Menurut Menag, nilai penting dari apa yang dilakukan oleh Bakri adalah konsistensinya untuk mengklarifikasi atas harta apakah itu haknya atau bukan.
"Saya memberikan apresiasi kepada saudara Bakri yang bisa menjadi contoh buat seluruh ASN. Namun, satu hal yang paling pokok dari itu adalah konsistensinya dalam mengklarifikasi harta apakah itu miliknya atau bukan. Soal jumlahnya memang relatif, yaitu sekitar 4,2 juta, namun spiritnya patut kita teladani. Ini merupakan wujud dari kejujuran," katanya.
Terkait dengan Rakor Kebijakan Pengawasan, Menag berpesan kepada para auditor pada Inspektorat Jenderal agar lebih menekankan pada pencegahan tindak pidana korupsi, bukan penindakan. Karenanya, kata Menag, Itjen harus lebih menempatkan sebagai "pemandu", bukan ekeskutor yang hanya menindak. Tugas pemandu, imbuhnya bukanlah hal mudah, karena harus memiliki kemamouan 1 atau 2 di atas orang yang dipandu.
"Saya minta kepada Inspektorat agar menekankan pada upaya pencegahan, bukan penindakan. Sehingga posisinya sebagai pemandu, yang berdiri di depan garis, dan memberikan arahan kemana jalan yang harus ditempuh. Janganlah auditor itu hanya menunggu dibalik tikungan yang tidak diketahui keberadaannya, sehingga bisa dikatakan ini menjebak", jelasnya.
Menag juga berharap agar seluruh auditor harus menguasi dua hal, yaitu harus sudah selesai tentang dirinya sehingga tidak berbuat sesuatu yang bertentanga, dan memiliki kemampuan teknis yang memadai.
Penulis: thobib
Editor: bimasislam
Foto: thobib
Menag Beri Penghargaan Penghulu Bakri Sebagai ASN Berintegritas
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSambut Hari Toleransi Internasional, Ada Nikah Akbar hingga Masjid Ramah Pemudik Nataru
Mengusung tema “Merawat Toleransi, Menguatkan Negeri”, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kerukunan umat beragama melalui dialog lintas iman, pemberdayaan masyarakat, penguatan keluarga, hingga layanan keagamaan yang inklusif.
Literasi Halal Kosmetik dan Peralatan Rumah Tangga Masih Rendah, Kemenag: Perlu Edukasi Masif
Survei Katadata Insight Center (KIC) tahun 2026 mencatat hanya 51,5 persen responden mengetahui kosmetik wajib bersertifikat halal. Sementara itu, pada kategori peralatan rumah tangga, angkanya hanya 14,5 persen.
Menyiapkan Bekal dan Mental sebelum Akad Pernikahan
Menyiapkan Bekal dan Mental sebelum Akad Pernikahan. Tanggal akad sudah disepakati. Gedung mulai dicari, warna busana diperdebatkan, daftar tamu bertambah setiap hari.






