Jakarta, bimasislam --- Kabar bohong (hoax) bahwa Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mendukung kelompok LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) kembali menjadi bahan perbincangan publik di media sosial.
Menanggapi hantaman hoax tersebut, Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan klarifikasi. Ia menyatakan dengan tegas posisinya terkait isu LGBT ini.
"Tindakan atau perilaku LGBT merupakan tindakan yang menyimpang menurut ajaran agama. Seluruh agama menolaknya. Dan karenanya, saya pun menolak tindakan atau perilaku LGBT," jelas Menag dalam video singkat klarifikasi, Rabu (17/10/18).
Menurut Lukman, sikapnya terhadap LGBT telah jelas, seperti terlihat saat ia membuka Jambore Nasional Santri Pondok Pesantren Muhammadiyah di Karanganyar pada Februari 2016 lalu.
"Santri adalah mereka yang lantang menyuarakan, say no to radicalism and terrorism, say no to drugs, say no to LGBT," tegas Menag kepada para santri saat itu.
Karenanya Menag juga melarang komunitas LGBT untuk mengkampanyekan perilaku mereka di negeri yang religius ini.
Tindakan empatik, menurut Lukman, merupakan langkah bijak agar para pelaku penyimpangan LGBT berhenti dari penyimpangan yang dilakukan.
"Pendekatan empatik ini diperlukan dan kita harus jauhkan dari perilaku menghina mereka, merendahkan, menista mereka, mengucilkan mereka, bahkan merendahkan dan menghilangkan eksistensi kemanusiaan mereka," tandas Menag.
Penulis : nhkurniawan
Editor : sigit kamseno
Menag Klarifikasi Isu Dukung LGBT
Baca Selanjutnya
Lihat semuaGelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam tahun ini kembali menggelar The Wonder Harmony. Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama Thobib Al-Asyhar mengatakan bahwa giat ini sebagai upaya memperbanyak ruang perjumpaan antarumat beragama.
Kemenag Dorong Beasiswa Zakat Terintegrasi di SatuBeasiswa, Cegah Pendanaan Ganda
Kemenag dan Kemdiktisaintek Perluas Akses Kuliah melalui SatuBeasiswa
Materi Pencegahan Penyebaran Budaya LGBTQ Target Masuk Kurikulum Mulai Akhir 2026
Materi Pencegahan Penyebaran Budaya LGBTQ Target Masuk Kurikulum Mulai Akhir 2026
Kemenag Perluas Integrasi Data Nikah, Perceraian, dan Kependudukan
Kemenag Perluas Integrasi Data Nikah, Perceraian, dan Kependudukan






