Badung, bimasislam --- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin resmikan tiga KUA dan satu madrasah yang telah dibangun dari SBSN tahun 2018 lalu. Yaitu : Kua Kec Denpasar Utara, KUA Kec Negara, KUA Kec Pekutatan, dan MAN 2 Jembrana.
Peresmian tersebut dilaksanakan pada saat Menag membuka Rapat Koordinasi Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, di Badung, Bali. Dalam sambutannya Menag meminta jajarannya melakukan percepatan penyelesaian program tahun 2019.
“Saya minta di bulan Oktober, sebagai bulan terakhir pemerintahan ini, pemerintahan Jokowi-JK, pelaksanaan program telah mencapai 95 persen,” tegas Menag, Jumat (22/02).
Rapat Koordinasi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali berlangsung selama tiga hari, 22 – 24 Februari 2019. Kegiatan ini mengangkat tema “Penguatan Tiga Mantra Untuk Meneguhkan Moderasi Beragama dan Meneguhkan Kebersamaan Umat”.
Di hadapan 300an peserta Rakorwil yang terdiri dari pejabat eselon IV dan III serta anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kemenag Provinsi Bali, Menag menyampaikan percepatan program ini harus dilaksanakan guna meninggalkan benchmark yang baik dalam pengelolaan kehidupan beragama di Indonesia.
“Ini adalah tahun terakhir pemerintahan ini, jadi saya minta lakukan yang terbaik. Percepatan program harus dilakukan, agar kita meninggalkan warisan yang baik untuk pemerintahan selanjutnya. Jadi benchmark pengelolaan bagi pemerintahan yang selanjutnya adalah tahun 2019,” kata Menag.
Untuk itu, ia mengaku telah menginstruksikan jajaran Eselon I untuk menyelesaikan semua peraturan, petunjuk teknis maupun prasyarat lain yang dibutuhkan untuk melakukan pencairan anggaran maupun pelaksanaan program. “Di Jakarta, para Eselon I, sudah saya instruksikan seluruh prasyarat selesai di bulan Februari ini. Sehingga bulan Maret sudah bisa dieksekusi,” kata Menag.
Ia juga menegaskan, selama proses percepatan program ini ASN Kementerian Agama harus terus mencari solusi bila menemukan masalah administratif. “ASN Kementerian Agama tidak boleh mengeluh bila mengalami kendala administratif. Segera cari solusi. Kita harus bisa seperti air yang mencari jalan alternatif, mencari celah agar tetap selalu mengalir. Jangan mendiamkan masalah, segera cari solusi sehingga proses percepatan tersebut dapat dilaksanakan,” tegas Menag.
Satu hal yang menjadi catatan Menag, bahwa proses percepatan yang dilakukan harus memprioritaskan pihak-pihak yang menjadi garda terdepan Kemenag. Mereka adalah ASN Kemenag yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan menjadi jembatan untuk mengimplementasikan program Kemenag, seperti guru, penyuluh agama, penghulu, serta pemuka agama.
“Rumah ibadah, lembaga pendidikan keagamaan, madrasah, pondok pesantren, maupun pasraman misalnya juga harus menjadi prioritas dalam akselerasi program yang kita lakukan,” ujarnya.
“Saya berharap rapat koordinasi Kanwil Kemenag Bali yang akan dilaksanakan dalam dua hari ke depan dapat menghasilkan keputusan-keputusan, serta langkah untuk melaksanakan percepatan program ini,” harap Menag.
Sumber : kemenag.go.id
Penulis : Indah Limy
Editor :nhkurniawan
Menag Resmikan Tiga KUA di Bali
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSambut Hari Toleransi Internasional, Ada Nikah Akbar hingga Masjid Ramah Pemudik Nataru
Mengusung tema “Merawat Toleransi, Menguatkan Negeri”, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kerukunan umat beragama melalui dialog lintas iman, pemberdayaan masyarakat, penguatan keluarga, hingga layanan keagamaan yang inklusif.
Kemenag Dorong Beasiswa Zakat Terintegrasi di SatuBeasiswa, Cegah Pendanaan Ganda
Kemenag dan Kemdiktisaintek Perluas Akses Kuliah melalui SatuBeasiswa
Wamenag Bahas Insersi Kurikulum dan Naskah Akademik RUU Terkait Penyebaran Budaya LGBT
Wamenag Bahas Insersi Kurikulum dan Naskah Akademik RUU Terkait Penyebaran Budaya LGBT
Kemenag Buka Sertifikasi Amil 2026, Siapkan 110 Peserta di Dua UIN
Kemenag Buka Sertifikasi Amil 2026, Siapkan 110 Peserta di Dua UIN






