Bimas IslamDirectorate General of Islamic Community Guidance
Berita
Bogor, bimasislam— Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Prof. Dr. H. Muhammadiyah Amin, M.Ag mengatakan bahwa model pemberdayaan dalam perwakafan harus terus melakukan inovasi dari waktu ke waktu. Dikatakan Amin, model pemberdayaan wakaf yang monoton akan menjadikan masyarakat bosan melihat program-program pengembangan wakaf yang dilakukan Kementerian Agama. Hal tersebut dikatakan mantan Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo itu ketika menjadi narasumber pada kegiatan Capacity Building Penyelenggara Wakaf, Direktorat Pemberdayaan Wakaf, Ditjen Islam, Jumat (28/11).
 
“Kita harus terus melakukan inovasi, karena program yang monoton akan membuat  masyarakat bosan dengan program-program kita” ujar Amin. Dalam kegiatan yang digelar di Hotel The Rizen, Cisarua, Bogor, Jawa Barat itu Amin juga mengatakan, “jika selama ini sudah ada program pemberdayaan wakaf produktif dengan berbagai coraknya, maka perlu terus dilakukan metode lain yang lebih inovatif.”
 
Kegiatan Capacity Building Penyelenggara Wakaf berlangsung dari tanggal 28-30 November 2014. Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang tenaga perwakafan yang terdiri dari Pegawai Direktorat Pemberdayaan Wakaf, Badan Wakaf Indonesia, dan dari Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang. (ska/foto:bimasislam)

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Info Penting • 2026-10-24 • 1 menit

SE Pelaksanaan Salat Istisqa

SE Pelaksanaan Salat Istisqa

Pemahaman Halal: Tekstual dan Kontekstual
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Opini • 2026-10-23 • 7 menit

Pemahaman Halal: Tekstual dan Kontekstual

Oleh: M Fuad Nasar* Secara harfiah, halal adalah istilah bahasa Arab yang berarti boleh, diizinkan, atau tidak dilarang. Istilah ini telah menjadi kata…