Bimas IslamDirectorate General of Islamic Community Guidance
Berita
Jambi, bimasislam—Jenis pangan olahan asal daging makin beragam. Apalagi dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat muslim Indonesia terhadap pangan asal daging, semakin meningkatkan pula jumlah varian olahan daging.
 
Namun permasalahan sering terjadi, ketika harga daging sapi semakin tak seimbang dengan daya beli masyarakat, pihak-pihak tertentu memanfaatkan momen tersebut dengan mengoplos daging sapi dengan daging babi hutan (celeng). Terutama di wilayah yang banyak populasi babi hutannya, permasalahan tersebut sangat rawan terjadi.   
 
Hal ini menjadi salah satu aspek pengawasan Kementerian Pertanian, dalam hal ini Dirjen Peternakan untuk memberikan jaminan produk halal bagi masyarakat muslim. Diantaranya, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan  Provinsi Jambi, rutin melakukan pengawasan terhadap daging yang beredar di masyarakat.
 
Hal ini disampaikan Kepala Bidang Kesmavet Dinas Peternakan provinsi jambi. Provinsi Jambi, Abdul Haris kepada bimasislam beberapa waktu lalu (23/9). Haris mengatakan bahwa alam wilayah Jambi yang masih banyak hutannya, sehingga potensi populasi babi hutan juga cukup banyak. Kondisi ini dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengoplos daging sapi dengan daging babi.
 
“Dinas Peternakan senantiasa melakukan pengawasan terhadap daging yang beredar” sambung Haris. Kepala Dinas menyampaikan informasi kepada bimasislam tentangbeberapa temuan kasus dari  pengawasan-pengawasan yang pernah dilakukan. Namun Haris menegaskan, agar masyarakat perlu curiga jika ada dijual daging dengan harga sangat murah. Bisa jadi daging dimaksud merupakan oplosan daging sapi dengan daging babi atau bahkan bisa jadi daging babi yang dianggap daging sapi.
 
“Namun sejak tahun 2015 sudah jarang ditemukan kasus-kasus tersebut”, papar Haris. Pengawasan rutin yang Dinas Peternakan lakukan dan peran serta masyarakat yang semakin bagus, telah meminimalisasi kasus-kasus dimaksud.
 
“Selain melalui kegiatan pengawasan dilapangan, kami juga menerima pengaduan masyarakat”, tambah Haris. Peran serta masyarakat sangat membantu Dinas Peternakan dalam melakukan pengawasan. Haris menyampaikan bahwa mereka sangat terbantu dengan keikutsertaan masyarakat dalam mengawasi peredaran daging di pasar.
 
Fisik daging babi hutan yang mirip dengan daging sapi memang sering dimanfaatkan oknum untuk mengelabui konsumen muslim. “Jika dilihat sepintas memang terlihat sama, tetapi sesungguhnya masih bisa dibedakan”, tegas Haris.  Tetapi jika sudah dalam bentuk pangan olahan, memang sudah tidak bisa dibedakan lagi.  Haris menyampaikan bahwa Dinas Peternakan juga senantiasa melakukan edukasi kepada masyarakat bagaimana membedakan antara daging sapi dengan daging babi.
 
Daging bisa dibedakan dari warna, tekstur, serat dan lemaknya. Daging babi hutan memiliki warna merah lebih pucat, teksturnya lebih lembek dan mudah diregangkan, serat daging terlihat lebih halus dan lemaknya lebih elastis dan agak basah. Sedangkan daging sapi bersifat sebaliknya. Warna merah lebih cerah, tekstur lebih kaku, seratnya lebih kasar,dan lemaknya lebih kering.
 
(lady/bimasislam/foto:halalhalal)

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Info Penting • 2026-10-24 • 1 menit

SE Pelaksanaan Salat Istisqa

SE Pelaksanaan Salat Istisqa

Pemahaman Halal: Tekstual dan Kontekstual
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Opini • 2026-10-23 • 7 menit

Pemahaman Halal: Tekstual dan Kontekstual

Oleh: M Fuad Nasar* Secara harfiah, halal adalah istilah bahasa Arab yang berarti boleh, diizinkan, atau tidak dilarang. Istilah ini telah menjadi kata…