Jambi, bimasislam --- Setiap instansi pemerintah memiliki visi dan misi dalam menjalankan programnya, demikian pula Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam. Dalam menjalankan program-programnya, Ditjen Bimas Islam harus sesuai dengan visi dan misi yang ada.
Hal itu disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Tarmizi Tohor saat menjadi narasumber Rapat Koordinasi Penguatan Fungsi Agama Dalam Pembangunan Nasional di Provinsi Jambi, dan Temu Tokoh Pemuka Agama tentang Layanan Kebimasislaman di Provinsi Jambi, Senin (1/10).
Sejalan dengan visi dan misi, Tarmizi menambahkan, Ditjen Bimas memiliki berbagai program dalam memberikan bimbingan, layanan, dan pemberdayaan ekonomi kepada masyarakat.
"Dalam melakukan pemberdayaan ekonomi, umat Islam miliki potensi dalam zakat melalui BAZNAS dan wakaf melalui BWI", jelas Sesdijten.
"Berdasarkan data BAZNAS bahwa potensi zakat sebesar 217 triliun rupiah, sedangkan dana yang terkumpul baru sekitar 7 triliun rupiah", kata Sesditjen.
Sedangkan untuk wakaf, dikatakan Tarmizi, bahwa luas tanah wakaf di Indonesia sebesar empat kali luas singapura, namun dalam hal nilai ekonominya belum produktif, hal ini disebabkan kurangnya pemahaman nazhir dalam pengelolaan wakaf yang profesional.
Dalam wakaf, selain wakaf tanah dijelaskan Tarmizi, terdapat wakaf uang, namun dikarenakan kurangnya sosialisasi dana yang terkumpul melalui 17 LKS-PWU (Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang) hingga saat ini baru sekitar 3 miliar rupiah.
Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 1 hingga 3 Oktober 2018 ini dihadiri 200 peserta, dan terdiri dari tokoh yang mewakili Ormas Islam, MUI Provinsi, komunitas keagamaan Islam, pemuka agama, pengurus DKM, akademisi, praktisi media, hingga elemen mahasiswa.
Penulis : nhkurniawan
Editor : nhkurniawan
Foto : bimasislam
Sesditjen: Ditjen Bimas Islam Miliki Program untuk Pemberdayaan Ekonomi
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSambut Hari Toleransi Internasional, Ada Nikah Akbar hingga Masjid Ramah Pemudik Nataru
Mengusung tema “Merawat Toleransi, Menguatkan Negeri”, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kerukunan umat beragama melalui dialog lintas iman, pemberdayaan masyarakat, penguatan keluarga, hingga layanan keagamaan yang inklusif.
Kemenag Dorong Beasiswa Zakat Terintegrasi di SatuBeasiswa, Cegah Pendanaan Ganda
Kemenag dan Kemdiktisaintek Perluas Akses Kuliah melalui SatuBeasiswa
Kemenag Kembangkan Dakwah Inklusif, Perluas Akses Keagamaan bagi Komunitas Tuli
Kemenag Kembangkan Dakwah Inklusif, Perluas Akses Keagamaan bagi Komunitas Tuli
Kemenag Buka Coaching Clinic Perizinan dan Evaluasi LAZ, Begini Caranya Daftarnya
Kemenag Buka Coaching Clinic Perizinan dan Evaluasi LAZ, Begini Caranya Daftarnya






