Bimas IslamDirectorate General of Islamic Community Guidance

Subhan Nur Mahmud Akronimkan Dai 3T: Taat, Tangguh, Terampil

Lebak, Bimas Islam -- Analis Kebijakan Ahli Muda pada Fungsi Dakwah dan Hari Besar Islam (HBI) Kementerian Agama, Subhan Nur Mahmud memiliki akronim tersendiri atas 3T yang sama sekali berbeda dengan akronim Kemendagri (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).  Menurutnya, 3T dalam konteks ini yaitu Taat, Tangguh, dan Terampil.
 
Hal itu disampaikannya dalam kunjungan sekaligus penguatan materi para Dai 3T yang bertugas di daerah masyarakat Baduy, di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten pada hari Kamis, (6/4/2023). 
 
'T' dari 3T yang pertama, menurut Subhan ialah Taat. Menurutnya, para Dai harus selalu tunduk pada Allah, sehingga dapat menjadi ‘uswah hasanah’ bagi masyarakat. Menurutnya, Nabi Muhammad bisa diterima masyarakat  murni dengan ketaatan.
 
“'T' yang kedua yaitu Tangguh. Dai harus kuat dan handal dalam menghadapi berbagai tantangan, baik tantangan kondisi geografis, maupun karakter dan problematika masyarakat yang belum pernah dihadapi. Seorang Dai harus tangguh, pantang mengeluh dalam kondisi apa pun,” jelasnya.
 
Dikatakan Subhan, Kementerian Agama akan memfasilitasi kebutuhan pokok para Dai.
 
“Kementerian Agama berupaya memfasilitasi kebutuhan pokok para Dai, meski tidak bisa memfasilitasi semua.  Apa yang bisa kita fasilitasi, kita fasilitasi, kalau belum, mohon dimaklumi,” ungkapnya.
 
Menurut Subhan, Dai juga harus tangguh dalam memahami kearifan lokal, budaya lokal, dan geografi yang dihadapi di daerah. Mereka akan semakin tangguh menghadapi tantangan baru di daerah dengan berbagai keterbatasan.
 
“Dai harus mengetahui kearifan lokal, budaya lokal, dan geografis yang dihadapi.  Para dai ini tidak akan merasakan suasana nyaman dari biasanya. Begitu jiwalah dai. Bukan saja dalam tantangan dalam fisik tapi juga tantangan dalam karakter sendiri,” jelasnya. 
 
Meski demikian, Subhan meminta para Dai di 3T tidak terbawa arus masyarakat yang menjadi obyek dakwah. Ia meminta untuk tetap menghormati masyarakat lokal apa pun bentuk pengamalan agamanya selama tidak keluar dari kaidah agama.
 
‘T’ ketiga menurut Subhan ialah Terampil. Menurutnya, para Dai yang ditempatkan di daerah 3T, sangat terampil dan memiliki kreativitas serta inovasi dalam berdakwah.
 
"Dai harus cakap dan cekatan dalam menyelesaikan tugas dan kreatif dalam membuat program-program dakwah,” jelasnya. 
 
Di akhir, Subhan meminta para dai 3T ini untuk memaksimalkan waktu untuk mencapai tujuan-tujuan dakwah.
 
“Masa tugas dakwah Dai 3T amat singkat, maka harus buat program dan metode dakwah yang inovatif agar tujuan dakwah dapat tercapai dalam waktu yang singkat,” pungkasnya. 
Related Hashtags:
#39#KUA#BimasIslam#KemenagRI

Contributors & Work Unit

Click any contributor or work unit to explore related news.

Reporter
Inisial BA · Tim Peliput
Reporting & News WritingView reporter articles
Editor
Inisial MR · Redaksi Pelaksana
Copy Editing & CurationView editor articles
Photographer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Visual & Photo DocumentationView photo archives
Work Unit
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenView unit news
Officially published by the Ministry of Religious Affairs RI.

Baca Selanjutnya

Lihat semua