Bimas IslamDirectorate General of Islamic Community Guidance

Tingkatan Kontribusi, Jangan Jadi Orang Celaka di Bulan Ramadan

Jakarta, Bimas Islam --- Ramadan sebagai bulan yang diberkahi hendaknya dijadikan momentum peningkatan kontribusi. Hal ini seperti disampaikan Kasubdit Mutu, Sarana Prasarana, dan Sistem Informasi KUA Kemenag, Jajang Ridwan dalam Kuliah Tujuh Menit (Kultum) yang tayang di JakTV, Jakarta, Kamis (14/4/22).

"Ramadan bukan untuk berleha-leha, tapi momentum peningkatan kontribusi kepada diri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama," ungkap Jajang.

Jajang menambahkan, Ramadan hendaknya dijadikan bulan peningkatan integritas dan profesionalitas. Tidak hanya terkait amal ritual, melainkan pula amal sosial dan profesional.

"Jangan sampai Ramadan kita lewatkan tanpa mendapatkan ampunan dari Allah. Kita tingkatkan kredibilitas, profesionalitas, dan integritas di bulan Ramadan ini," tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Jajang mengutip hadis Nabi Muhammad Saw tentang tiga orang yang celaka. Jajang berpesan agar kaum Muslim tidak termasuk dalam tiga golongan ini.

"Pertama, orang yang menjalani Ramadan tapi tidak mendapatkan ampunan Allah. Kedua, orang yang masih punya orang tua tetapi tidak mendapatkan ridanya. Ketiga, orang yang saat dibacakan nama Nabi Muhammad Saw tetapi ia tidak membaca selawat kepada Nabi," terangnya.

Ketiga orang ini, pungkas Jajang, didoakan celaka oleh Malaikat Jibril. Terhadap doa Malaikat Jibril ini, Nabi mengatakan aamiin sebanyak tiga kali.

(Pirman)
Related Hashtags:
#KUA#Ramadan#BimasIslam#KemenagRI

Contributors & Work Unit

Click any contributor or work unit to explore related news.

Reporter
Bimas Islam
Reporting & News WritingView reporter articles
Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Copy Editing & CurationView editor articles
Photographer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Visual & Photo DocumentationView photo archives
Work Unit
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenView unit news
Officially published by the Ministry of Religious Affairs RI.

Baca Selanjutnya

Lihat semua