Bimas IslamDirectorate General of Islamic Community Guidance
Berita
Jakarta, bimasislam— Dalam rangka meningkatakan kualitas pemberitaan website (media online), baik internal Bimas Islam maupun media Islam, Ditjen Bimas Islam menyelenggarakan Workshop Jurnalistik di hotel Lumire, Jakarta (13-15/10). Dalam kesempatan tersebut dihadirkan sebagai trainer dua wartawan senior, yaitu Asrori S Karni dari majalah GATRA, dan Nashih Nashrullah dari Republika.
 
Untuk materi yang disampaikan oleh Asrori S Karni berjudul Teknik dan Praktik Penulisan Opini dan Features. Sedangkan Nashih Nasrullah menyampaikan materi berjudul Teknik dan Praktik Penulisan Berita/Hardnews. Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat sangat antusias dan mengharapkan adanya pengembangan konten agar lebih banyak memberikan wacana bagi media-media Islam.
 
Dalam paparannya, Asrori menyampaikan bahwa media harus dengan tegas memberikan sajian berita dengan menarik. Sajian opini dan berita harus tegas dibedakan sehingga keduanya memberikan pencerahan masyarakat. Menurutnya, Dewan Pers sangat ketat memedomani terhadap standar jurnalistik yang dibuat agar media tidak disalahgunakan.
 
“Dewan Pers itu sangat ketat dalam menerapkan prinsip-prinsip jurnalistik. Media Islam jika ingin diakui oleh mereka harus meningkatkan kualitas pemberitaannya. Penulisan berita dan opini jangan dicampur aduk, agar nampak unsur profesionalismenya. Jua media Islam perlu membuat semacam konsorsium sebagai wadah berjuang bersama agar media Islam diakui sebagai lembaga media, bukan hanya dianggap sebagai web komunitas”, tuturnya.
 
Sementara itu Nashih Nasrullah mengatakan bahwa prinsip pemberitaan media Islam harus sesuai dengan konsep Al-Quran dan Hadits. Yaitu memberitakan fakta yang ada dengan tujuan untuk menyampaikan kebenaran dan menuntun umat menuju jalan yang lebih baik.
 
“Pegangilah prinsip Al-Quran dan Al-Hadits dan pemberitaan media. Jika mendapat informasi dari orang lain, jangan langsung ditulis atau bahkan dibuat-buat dengan tujuan tertentu. Lakukan kroscek atau tabayyun kepada sumber berita dengan cover bothside, apalagi yang menyampikan orang yang kurang kredikel, agar apa yang diberitakan adil dan tidak menimbulkan masalah”, tegasnya.
 
(thobib/bimasislam) 

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Info Penting • 2026-10-24 • 1 menit

SE Pelaksanaan Salat Istisqa

SE Pelaksanaan Salat Istisqa

Pemahaman Halal: Tekstual dan Kontekstual
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Opini • 2026-10-23 • 7 menit

Pemahaman Halal: Tekstual dan Kontekstual

Oleh: M Fuad Nasar* Secara harfiah, halal adalah istilah bahasa Arab yang berarti boleh, diizinkan, atau tidak dilarang. Istilah ini telah menjadi kata…