Medan, bimasislam --- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, ada tiga hal utama yang menurutnya harus betul-betul menjadi menjadi jiwa sekaligus nyawa dari Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang hakekatnya adalah perlombaan.
Pertama, objektivitas. Dikatakannya, setiap bentuk musabaqah atau perlombaan, kompetisi, hal yang mendasar adalah objektivitas.
“Semakin objektif sebuah event perlombaan maka kredibilitas perlombaan tersebut akan semakin baik,” ujar Menag saat bertemu para Kakanwil Kemenag Provinsi, Minggu (07/10).
Kedua, agar objektivitas itu bisa terwujud maka tidak terelakkan adalah profesionalitas. “Profesionalitas itu harus betul-betul diterapkan,” tegasnya.
Dijelaskannya, dalam MTQ ini ada dua hal penting, pertama adalah pelaksanaan musabaqah, tapi juga yang kedua yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana perlombaan itu diselenggarakan, bagaimana objektivitas itu diwujudkan, dihadirkan.
“Maka profesionalitas harus ada pada setiap tidak hanya penyelenggara dalam kaitanya dengan teknis penyelenggaraan, pelaksanaan (organizing committee) tapi juga yang terkait dengan steering committee nya ,” ucapnya.
Ia melanjutkan, mengapa objektivitas itu harus diwujudkan, mengapa profesionalitas itu harus dihadirkan. Maka yang ketiga, agar akuntabilitas itu betul-betul bisa mewujud dalam MTQ ini.
“Maka atas dasar tiga hal itulah, objektivitas, profesionalitas, dan akuntabilitas kita melakukan beberapa inovasi, dan itu kita wadahi dalam regulasi yaitu Peraturan Menteri Agama (PMA) terkait Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dan Seleksi Tilawatil Quran (STQ). Maka, saya berharap setiap Kakanwil memahami betul isi PMA tersebut,” ucapnya.
Sumber : kemenag.go.id
Penulis : dodo
Editor : dodo
Jaga Kualitas, Menag Sampaikan Tiga Jiwa MTQ
Baca Selanjutnya
Lihat semuaGelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam tahun ini kembali menggelar The Wonder Harmony. Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama Thobib Al-Asyhar mengatakan bahwa giat ini sebagai upaya memperbanyak ruang perjumpaan antarumat beragama.
Kemenag Dorong Beasiswa Zakat Terintegrasi di SatuBeasiswa, Cegah Pendanaan Ganda
Kemenag dan Kemdiktisaintek Perluas Akses Kuliah melalui SatuBeasiswa
Bimwin Sumatra Barat Tembus 99,89 Persen, Tertinggi Nasional
Bimwin Sumatra Barat Tembus 99,89 Persen, Tertinggi Nasional
Kemenag Perluas Integrasi Data Nikah, Perceraian, dan Kependudukan
Kemenag Perluas Integrasi Data Nikah, Perceraian, dan Kependudukan






