Persiapan STQ di Tarakan Diminta Lebih Meriah

Tarakan, bimasislam— Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie meminta persiapan penyambutan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Tingkat Nasional XXIV dibuat lebih meriah. Pasalnya, Irianto melihat spanduk dan umbul-umbuk di sejumlah hotel, restoran, serta ruas jalan terlihat kecil.
Ia mengatakan, pihaknya telah meminta Walikota Tarakan utuk mengintensifkan penyambutan STQ ini. Dikatakannya, untuk memeriahkan perhelatan akbar tersebut, seluruh hotel, restoran, rumah makan, hingga pebankan di Kota Tarakan harus turut membantu penyambutan STQ sebab melalui event ini, masyarakat Tarakan akan mendapat banyak keuntungan baik secara ekonomi maupun pariwisata.
 
“Secara kalkulatif, jika ada 2.000 orang datang ke Tarakan untuk mengikuti kegiatan STQ, dan belanja Rp 2 juta sampai Rp 4 juta, maka peputaran uang bisa mencapai Rp 4 Miliar, Itu  belum dihitung pemasukan bagi Hotel, restoran, dll yang jika ada pajaknya, maka yang diuntungkan adalah pemerintah kota Tarakan,” ujarnya.
 
Selain itu, ia juga meminta agar perusahaan-peursahaan di Kota Tarakan untuk ikut membantu dengan memasang lampu hias di pinggir-pinggir jalan yang dilalui peserta STQ.
 
Sementara itu, Walikota Tarakan Sofian Raga mengatakan siap untuk menindaklanjuti instruksi Gubernur. “Kami akan tindaklanjuti dengan surat edaran untuk disampaikan kepada pengelola hotel, restoran, rumah makan dan perusahan untuk membuat spanduk lebih besar agar lebih kelihatan,” katanya.
 
Ia menambahkan, imbauan tersebut tidak hanya berupa umbul-umbul namnun juga akan dilengkapi dengan bunga serai mulai dari Bandara Juwata hingga Masjid Baitul Izzah Islamic Center.
 
Berdasarkan pantauan bimasislam pada 6-8 Juli 2017, suasana Kota Tarakan memang masih relatif sepi menjelang perhelatan STQ. Sejumlah spanduk memang terlihat di beberapa titik namun dengan ukuran yang masih minim. Umbul-umbul berwarna warni justru terlihat sangat banyak di sekitar Masjid Islamic Center Baitul Izzah.
 
(sigit-ibnu/bimasislam)

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Ada RISE dan KOSMIN untuk Perluas Akses Keagamaan Teman Tuli
Berita · 26 Okt 2026

Ada RISE dan KOSMIN untuk Perluas Akses Keagamaan Teman Tuli

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam Kemenag menyiapkan Ruang Inklusif dan Setara (RISE) dan pengembangan Kosa Isyarat Keislaman Indonesia (KOSMIN) untuk mempermudah akses penyandang disabilitas, khususnya teman tuli, terhadap pemahaman ajaran Islam.

Bagaimana Ijtihad Ulama Berperan dalam Penetapan Status Halal Produk?
Berita · 26 Okt 2026

Bagaimana Ijtihad Ulama Berperan dalam Penetapan Status Halal Produk?

Menurut Fuad, bahan konsumsi dan produk pangan olahan berpotensi masuk kategori syubhat apabila asal-usul dan proses pengolahannya tidak dapat dipastikan. Ia menjelaskan, fatwa halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjadi dasar bagi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam menerbitkan sertifikat halal.