Bogor, Bimas Islam --- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyebut setidaknya ada tiga langkah Kementerian Agama dalam berupaya ikut menjaga Alquran.
Pertama, merawat tulisan Alquran. "Keberadaan UPQ adalah wujud nyata hadirnya negara agar Alquran dalam bentuk mushaf dan tulisan tetap terjaga dengan baik," tegas Menag saat merilis cetakan Mushaf Standar Indonesia (MSI), Juz Amma dan Terjemahnya, serta Surat Yasin di Ciawi, Bogor, Kamis (17/10). Ketiganya sudah menggunakan naskah terbaru dari LPMQ hasil karya dari kaligrafer putra bangsa.
"Penghafal Alquran sangat diperlukan. Sebab, untuk mencetak Alquran, perlu verifikasi ketat dan itu hanya penghafal Alquran yang bisa melakukan itu.
Kedua, menjaga bacaan Alquran. Ini dilakukan melalui pendidikan. Termasuk juga melalui ajang Musabaqah Tilawatil Quran. "MTQ terus dikembangkan dalam rangka menarik minat masyarakat untuk membaca dan mendalami Alquran," ujarnya.
Ketiga, memberikan pemahaman kandungan Alquran. Pemahaman penting agar berdampak pada pengamalan.
"Agar menghasilkan pemahaman yang baik, diperlukan tafsir Alquran. Kemenag juga menerbitkan tafsir dalam bahasa Indonesia. Tidak semua kita paham Bahasa Arab," jelasnya.
Sumber : UPQ
Penulis : Khoiron
Editor : Khoiron
Tiga Langkah Kemenag Ikut Berupaya Menjaga Alquran
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSambut Hari Toleransi se-Dunia, Kemenag Siapkan 15 Program dalam The Wonder of Harmony
Kementerian Agama menyiapkan 15 program untuk memperkuat toleransi, merawat kerukunan antarumat beragama, dan menumbuhkan kepedulian kemanusiaan melalui rangkaian The Wonder of Harmony 2026
Kemenag Kembangkan Skema Kemandirian Energi Masjid Berbasis Zakat dan Wakaf
Kemenag Kembangkan Skema Kemandirian Energi Masjid Berbasis Zakat dan Wakaf
Di Grup Kita Diam, di Japri Kita Panjang Bicara: Ada Apa?
Di Grup Kita Diam, di Japri Kita Panjang Bicara: Ada Apa?
Kemenag Dorong Beasiswa Zakat Terintegrasi di SatuBeasiswa, Cegah Pendanaan Ganda
Kemenag dan Kemdiktisaintek Perluas Akses Kuliah melalui SatuBeasiswa






