Jakarta, Bimas Islam --- Pertambahan kasus Covid-19 nasional per tanggal 24 Juni 2021 sebanyak 20.574 kasus, tertinggi sejak awal pandemi. Sementara pertambahan kasus harian di Provinsi DKI Jakarta melampaui angka pertambahan kasus harian tertinggi sebelumnya, dengan 7.505 kasus baru di hari yang sama.
Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar mengatakan, penanganan Covid-19 di tanah air membutuhkan kesatuan langkah dan tanggungjawab secara menyeluruh, sehingga tidak ada saling menyalahkan jika terjadi kegagalan.
"Jangan mengisi ruang publik dan jagat media sosial dengan pertentangan, pengkotak-kotakan, fitnah, dan kebencian di antara sesama komponen bangsa. Hal itu dapat mempengaruhi mental masyarakat menjadi tidak karuan," tegasnya kepada tim pemberitaan Bimas Islam di Jakarta, Jumat (25/6).
Fuad meminta agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan serta membatasi mobilitas dan interaksi di luar rumah yang berisiko. Agama dalam hal ini Al-Qur'an dan hadis mengajarkan kita agar melakukan ikhtiar sebelum tawakal.
"Beberapa rumah sakit sudah penuh, sedangkan antrian pasien makin banyak.
Semoga mereka yang wafat diberi tempat terbaik dan yang sedang berjuang melawan Covid-19 diberi kesembuhan dengan rahmat Allah SWT," ujar Fuad.
Fuad mengemukakan, terdapat tiga langkah prioritas untuk menyelamatkan Indonesia agar dapat bertahan dan bisa segera bangkit. Pertama, memaksimalkan vaksinasi untuk menciptakan herd immunity(kekebalan kelompok) dari penularan virus corona.
"Kedua, memaksimalkan layanan indoor dan outdoor rumah sakit untuk menyelamatkan nyawa warga yang terpapar. Lalu ketiga, memberi dukungan yang maksimal kepada para saintis dalam rangka pengembangan penelitian dan laboratorium epidemiologi virus corona serta varian barunya di tanah air," tutup Fuad.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag: Sulsel Berpeluang Jadi Pusat Pengembangan Ekonomi Syariah di Wilayah Timur Indonesia
Makassar, Bimas Islam — Sulawesi Selatan berpeluang menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah timur Indonesia. Potensi tersebut…



