Rakerda BKM Provinsi Bali turut dihadiri Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Adib yang juga merupakan Ketua Harian BKM Pusat dan Kasubdit Kemasjidan sekaligus Sekjen BKM Pusat, Akmal Salim Ruhana.
Ketua Harian BKM Provinsi Bali, Abu Siri, dalam sambutannya menyampaikan, Rakerda ini merupakan momentum penting bagi BKM Provinsi Bali untuk memperkuat peran dan fungsi masjid sebagai rumah ibadah dan sarana pembinaan umat Islam.
“Masjid diharapkan dapat menjadi rumah ibadah yang khidmat untuk melaksanakan ibadah sekaligus memberi fungsi edukasi bagi umat,” ujar Abu Siri.
Abu Siri juga mengapresiasi Kementerian Agama Provinsi Bali yang telah membentuk dan melantik kepengurusan BKM hingga tingkat Kabupaten/Kota. Hal ini sesuai dengan yang diamanahkan dalam PMA 54/2006.
Sementara itu, Adib dalam arahannya menyampaikan pesan penting yang tertuang dalam Surah At-Taubah ayat 18. Ayat tersebut menjelaskan pentingnya memakmurkan dan menyejahterakan masjid.
“Kementerian Agama berupaya untuk dapat mengembalikan fitrah masjid dengan melakukan revitalisasi (menghidupkan atau menggiatkan kembali) BKM,” ujar Adib.
Adib juga mengungkapkan, penguatan regulasi BKM akan segera dilakukan melalui terbitnya Peraturan Presiden. Selain itu, juga akan dilakukan program-program kolaboratif kemasjidan melalui jalur formal Kemenag dan kementerian/lembaga lain, maupun informal dengan pihak swasta dan non pemerintah.
Dalam Rakerda BKM Provinsi Bali ini, juga dilakukan penguatan tugas dan fungsi masing-masing bidang kepengurusan.
Msk/Mr



