"Dengan branding Bulan Zakat dan Bulan Wakaf, kami berharap masyarakat lebih akrab dengan zakat dan wakaf. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam berzakat dan berwakaf," ungkap Nurhuda kepada wartawan Bimas Islam di Jakarta, Rabu (29/11/2023).
Menurut Nurhuda, event ini akan menghadirkan sejumlah kegiatan mulai dari seminar hingga musabaqah zakat wakaf. "Kegiatan ini menghadirkan berbagai kegiatan, seperti seminar, bazar zakat wakaf, pembaruan data zakat wakaf, konsultasi dan advokasi wakaf bermasalah, program sinergitas, penerbitan buku, liflet zakat wakaf, hingga musabaqah zakat wakaf generasi milenial," tambahnya.
Lebih lanjut, Nurhuda menegaskan, _event_ ini merupakan kolaborasi antara Kanwil Kemenag DIY, BAZNAS, LAZ, FOZ, BWI, Lembaga Agama, Perguruan Tinggi, Bank Syariah, dan pihak lainnya.
Terpisah, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kementerian Agama, Waryono Abdul Ghafur, mengapresiasi langkah yang diambil oleh Kanwil Kemenag DIY. Menurutnya, _branding_ zakat dan wakaf di ruang publik harus lebih berani, dan zakat tidak boleh kalah populer dari ibadah haji.
"Zakat juga termasuk rukun Islam seperti haji. Jangan sampai BAZNAS dan LAZ menjadi seperti pengemis karena kurang popularitas di ingatan publik, seperti halnya tidak adanya reklame di lokasi-lokasi strategis," tegas Waryono.
Diketahui, sebelumnya, Kanwil Kemenag DI Yogyakarta telah melakukan audiensi dengan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, membahas perkembangan zakat dan wakaf di Yogyakarta serta strategi _branding_ zakat di ruang publik. Audiensi tersebut dihadiri eselon III pada Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf dan Kasi Pemberdayaan Zakat dan Wakaf se-DI Yogyakarta.
Ba/Mr



