Bogor, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin mengatakan, Indonesia sebagai negara yang memiliki keberagaman tertinggi di dunia sangat berpotensi terjadinya konflik yang destruktif. Oleh karena itu, Dirjen berharap, Penyuluh Agama Islam (PAI) yang lolos Seleksi Penyuluh Agen Resolusi Konflik (SPARK) dapat berperan menjaga kerukunan di Indonesia.
“Penyuluh adalah tokoh sentral dalam mengelola keberagaman yang menjadi rahmat dari Allah Swt bagi Indonesia,” kata Dirjen dalam sambutannya pada Pembekalan Resolusi Konflik di Hotel Lorin, Sentul, Bogor, Rabu (23/3).
Dirjen berpesan kepada 50 agen resolusi konflik harus mampu menangani masalah dan potensi yang mengarah ke konflik melalui langkah preventif, mitigatif, dan solutif.
“Penyuluh sekarang jangan hanya berorientasi eskatologis, namun harus hadir dalam permasalahan seperti radikalisme,” ujarnya.
Selain itu, Dirjen berharap, penyuluh menjadi rujukan dalam menghadapi persoalan yang terjadi di masyarakat. Penyuluh harus menjadi tokoh yang berpengaruh bukan terpengaruh.
“Penyuluh harus mengetahui seluruh masalah yang terjadi di masyarakat, bahkan isu-isu besar sekalipun penyuluh harus hadir,” pungkasnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Ini Langkah Kemenag Jadikan Dana Sosial Keagamaan Instrumen Strategis Pengentasan Kemiskinan
Bandung, Bimas Islam — Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya…



