Jakarta, Bimas Islam --- Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama RI menggelar acara “Pembinaan Rohani Islam”, Senin (10/5). Acara tersebut merupakan agenda tahunan dalam rangka pembinaan rohani bagi pegawai di Ditjen Bimas Islam.
Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin mengatakan, manusia terlahir sebagai khalifah fil ardh untuk melaksanakan apa yang telah diperintahkan oleh Allah SWT. Maka Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diberikan amanah dengan profesi apapun harus mampu memberikan kemaslahatan kepada masyarakat.
“Sebenarnya kalau boleh ditafsirkan, saya biasa mengatakan kita sebagai khalifah Allah di muka bumi, maka ketakwaan kita sebenarnya diukur dari sejauh mana kita menciptakan kemaslahatan kepada kemanusiaan,” ujar Kamaruddin saat memberikan sambutan di Gedung Kemenag, Jl. MH. Thamrin No. 6, Jakarta.
Menurut Kamaruddin, ketakwaan seorang ASN diukur dari sejauh mana bisa merefleksikan kinerja yang baik, “semakin berkinerja, semakin profesional kita, tentu semakin bertakwa kita,” paparnya.
“Jadi takwa kita itu refleksinya kemampuan kita menerjemahkan khalifah fil ardh, sehingga amanah apa pun yang diberikan kepada kita, apa pun profesi kita sebagai ASN tentu refleksinya adalah memberikan kinerja terbaik, itulah takwa sesungguhnya,” tuturnya.
Acara ini menghadirkan Staf Khusus Menteri Agama Bidang Ukhuwah Islamiyah Penguatan Ormas dan Stakeholder Jaringan Keagamaan serta Moderasi Beragama Ishfah Abidal Aziz, untuk memberikan ceramah agama dan siraman rohani.
Tampak hadir secara langsung, Sekretaris Ditjen Bimas Islam M. Fuad Nasar, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Moh. Agus Salim, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Tarmizi Tohor, Direktur Bina Kantor Urusan Agama dan Keluarga Sakinah Muharam Marzuki, Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Juraidi Malkan, dan diikuti oleh 300 peserta dari seluruh pegawai dan pejabat di lingkungan Bimas Islam secara virtual.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag: Sulsel Berpeluang Jadi Pusat Pengembangan Ekonomi Syariah di Wilayah Timur Indonesia
Makassar, Bimas Islam — Sulawesi Selatan berpeluang menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah timur Indonesia. Potensi tersebut…



