Cirebon, Bimas Islam --- Kementerian Agama (Kemenag) melalui Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam mendorong DKM masjid untuk membentuk perpustakaan masjid. Tujuannya agar masjid bisa menjadi pusat literasi kepustakaan agama yang bermutu, relevan, dan toleran.
Koordinator Fungsi Kepustakaan Islam Kemenag, Abdullah Alkholis menilai, hadirnya perpustakaan masjid sangat dibutuhkan. Apalagi, kata dia, Kemenag tengah mengupayakan peningkatan literasi keagamaan di tengah masyarakat.
“Jumlah masjid di Indonesia sangat banyak, tapi tidak semua masjid memiliki perpustakaan. Padahal masjid merupakan pusat peradaban. Maka, masjid perlu memiliki perpustakaan,” ujar Alkholis saat mengisi Coaching Clinic Penulisan Naskah Islam Untuk Anak Berbasis Perpustakaan Masjid di Hotel The Luxton Cirebon, Rabu (18/5).
Dia mengajak masyarakat untuk menjadikan masjid sebagai pusat literasi pustaka keagamaan Islam. Menurutnya, hadirnya Subdit Kepustakaan Islam di Kemenag, salah satu fungsinya adalah memenuhi pustaka-pustaka keagamaan di perpustakaan masjid.
“Betapa pentingnya masjid memiliki perpustakaan. Sebab, kegiatan di masjid tidak hanya ibadah wajib saja, melainkan ada kegiatan pengajian, belajar mengaji, dan sebagainya. Untuk itu, mari kita bergerak bersama membangun masjid sebagai pusat literasi pustaka keagamaan Islam,” tuturnya.
Alkholis menambahkan, masjid juga merupakan tempat berkumpulnya anak-anak dan remaja. Mereka, kata dia, perlu diedukasi sejak dini untuk gemar meramaikan perpustakaan masjid.
“Anak-anak dan remaja perlu diedukasi dan diimbau meramaikan perpustakaan masjid. Ini salah satu alasan pentingnya masjid memiliki perpustakaan. Paling tidak, kami ingin mengajak dan menyemangati pengurus masjid untuk membentuk perpustakaan masjid,” katanya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Dukung Keberlanjutan PaRD, Perkuat Kerja Sama Agama dan Pembangunan
Bangkok, Bimas Islam — Kementerian Agama (Kemenag) berkomitmen mendukung keberlanjutan International Partnership on Religion and Sustainable Development…



