Banyumas, Bimas Islam --- Fauzi, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas tak lekas menyahut ketika bimasislam menghubunginya melalui saluran telepon, Rabu (1/9/21) siang. Berbilang menit kemudian, pria yang berdomisili di Desa Pekuncen, Kecamatan Pekuncen ini mengirim pesan melalui aplikasi WhatsApp.
"Maaf, Pak. Tadi saya sedang menyetir mobil ambulans mengantar jemaah majelis taklim untuk cuci darah ke RSUD Margono Soekarjo," katanya melalui pesan tertulis.
Setelah itu, Penyuluh Agama Islam yang membidangi bimbingan dan penyuluhan (Bimluh) zakat dan wakaf ini bertutur tentang kesehariannya yang mengabdikan diri kepada masyarakat melalui majelis taklim dan Unit Pengelola Zakat (UPZ) Masjid Al-Hidayah, Desa Pekuncen.
"Tahun 2010 saya memutuskan mengabdi kepada masyarakat dengan menjadi Penyuluh Agama Islam. Kemudian pada 2017 sampai 2018, sekitar 10-12 bulan, saya menggalang dana untuk membeli mobil ambulans," tambahnya.
Bukan tanpa alasan Fauzi memilih membeli ambulans. Katanya, masyarakat tidak mampu di desanya kerap mendapati kesulitan saat akan menuju ke rumah sakit. Selain jauh, biaya juga menjadi kendala.
"Awalnya bingung dan kasihan. Hati saya terenyuh kalau ada jemaah yang sakit. Sudah tidak mampu, harus bayar rumah sakit, dan bingung mau naik apa ke rumah sakit karena jaraknya jauh," ungkapnya.
Dengan kegigihan dan kesabarannya, dana yang Fauzi himpun cukup untuk membeli mobil bekas. Mobil tersebut disulap menjadi ambulans agar mudah ketika membawa pasien sakit dengan menyertakan tabung oksigen.
"Harganya 75 juta rupiah. Alhamdulillah bisa membantu masyarakat bahkan hingga ke desa sekitar," tegasnya.
Hingga hari ini, Fauzi teguh mengabdikan dirinya kepada masyarakat. Selain menyetir sendiri, Fauzi juga membina relawan dari kalangan pemuda di Masjid Al-Hidayah.
"Masyarakat tidak dipungut biaya. Masyarakat bebas pakai, bahkan kita antarkan. Untuk operasional kita menggunakan dana dari donatur," pungkasnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Tuntaskan Persoalan Ruislag Tanah Wakaf Terdampak Tol dan Normalisasi Sungai di Semarang
Semarang, Bimas Islam — Kementerian Agama membenahi persoalan tukar-menukar (ruislag) tanah wakaf yang terdampak pembangunan Jalan Tol Semarang–Batang dan…



