Bandung, Bimas Islam == Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) terus mendorong percepatan transformasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik pada Kantor Urusan Agama (KUA) di seluruh Indonesia. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Gerakan Jum'ah Aman, Sehat, Resik, dan Indah (GEMAH ASRI) KUA yang salah satunya diselenggarakan di KUA Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, pada Jumat pagi (16/10/2026).
Kegiatan gotong royong dan pembinaan ASN tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, Abu Rokhmad. Turut mendampingi dalam agenda ini, Kepala Bidang Urusan Agama Islam (URAIS) Kanwil Kemenag Jabar, Agus Sutisna, serta Kepala Kantor Kemenag Kota Bandung, Ali Abdul Latief.
Kepala Bidang Urais, Agus Sutisna, menjelaskan bahwa GEMAH ASRI KUA merupakan sebuah program inisiatif nasional yang digulirkan secara resmi oleh Kementerian Agama. Program ini menjadi gerakan masif yang berlandaskan pada Surat Edaran Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 002 Tahun 2026, dengan tujuan mewujudkan lingkungan KUA yang asri, aman, dan nyaman bagi masyarakat penerima layanan.
Dalam sambutan dan arahannya, Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad menegaskan pentingnya perubahan mindset dan semangat kebersamaan di lingkungan KUA untuk menjawab tantangan zaman demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia mengaitkan penguatan peran KUA dengan pentingnya ketahanan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan sosial dan bangsa.
Abu Rokhmad menyampaikan pesan mendalam mengenai mata rantai pembinaan masyarakat yang dimulai dari unit terkecil. Ia menegaskan bahwa seluruh program penguatan ketahanan sosial harus diawali dari benteng keluarga.
"Kalau kita bisa menjaga keluarga kita, insya Allah, jadi jaga keluarga, jaga warga, jaga kota. Kalau jaga keluarga, berarti kita melaksanakan Al-Qur'an. Nanti otomatis kalau keluarganya sudah oke, warga jaga warga ini kan jaga lingkungan, itu juga akan insya Allah bisa berjalan," ujar Abu Rokhmad.
Lebih lanjut, Ia menambahkan bahwa ketahanan nasional secara luas sangat bergantung pada kondisi spiritual dan sosial di tingkat bawah. Menurutnya, segala sesuatu bermula dari keluarga, sehingga jika keluarga dan lingkungan sudah baik, tingkat kota hingga negara pun akan secara otomatis menjadi aman dan tenteram.
Selain menekankan pentingnya pembinaan keluarga, Dirjen Bimas Islam juga mendorong agar kegiatan silaturahmi dan aksi kebersamaan antarpegawai serta Penyuluh Agama Islam dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai tempat secara bergantian. Langkah ini dinilai efektif untuk menyegarkan kembali semangat kerja seluruh jajaran KUA.
"Monggo dibuat rutin, Pak, temen-temen kayak begini, bergantian di mana gitu. Biar antara para penyuluh agama kenal, staf-staf saling kenal, supaya kita mendapatkan darah dan kebersamaan segar," tambah Dirjen Bimas Islam di hadapan para peserta kegiatan.
Di akhir arahannya, Abu Rokhmad menyampaikan bentuk apresiasi dan perhatian pemerintah terhadap pengelola kemakmuran masjid di wilayah setempat. Ia secara langsung menyapa pengelola Majelis Taklim Al-Ikhlas, Rustadiah, serta menyampaikan komitmen dukungan bantuan dari Kemenag sebesar Rp20 juta dengan catatan seluruh kelengkapan administrasi dan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) telah dipenuhi sesuai prosedur.
Melalui momentum Gerakan GEMAH ASRI ini, seluruh jajaran KUA Gedebage bersama Penyuluh Agama Islam Kota Bandung berkomitmen untuk terus berbenah, menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan kantor, serta menghadirkan pelayanan prima yang ramah, cepat, dan profesional bagi seluruh lapisan masyarakat.
(Jabar.kemenag.go.id)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Halal Lewat Timeline, Paham Lewat Percakapan: Yuk, Ikuti Stay Halal Live!
Oleh: Dr. Nur Kumala Dewi, S. Kom., M.Pd.* Pernah berhenti menggulir layar karena sebuah video makanan terlihat begitu menggoda? Kuahnya mengepul, kejunya…



