Oleh:
Dr. Nur Kumala Dewi, S. Kom., M.Pd.*
Dr. Nur Kumala Dewi, S. Kom., M.Pd.*
Pernah berhenti menggulir layar karena sebuah video makanan terlihat begitu menggoda? Kuahnya mengepul, kejunya melimpah, komentarnya ramai. Belum selesai menonton, kita sudah mencari lokasi penjualnya. Lalu muncul satu pertanyaan: bagaimana informasi halalnya? Kita kembali membaca komentar. Ada yang menjawab dengan yakin, ada yang menduga, sementara sumber penjelasannya belum tentu disebutkan.
Pengalaman seperti ini dekat dengan keseharian. Informasi makanan dan minuman bergerak cepat melalui video pendek, siaran langsung, serta unggahan orang yang kita ikuti. Namun, setelah tertarik pada sebuah produk, kita kadang masih menyimpan pertanyaan tentang bahan, proses, atau tempat mencari informasi yang dapat dipercaya.
Rasa ingin tahu itulah yang ingin disambut melalui Stay Halal Live. Direktorat Jaminan Produk Halal (DJPH), Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama, menghadirkan program ini sebagai salah satu ruang sosialisasi dan literasi halal bagi masyarakat. Percakapannya diharapkan membantu publik memahami persoalan sehari-hari dan mengenali rujukan yang tepat.
Peluncuran Stay Halal Live dijadwalkan pada Jumat, 16 Oktober 2026, pukul 14.00 WIB melalui Zoom dan siaran langsung YouTube Bimas Islam TV. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., bersama Direktur Jaminan Produk Halal, H. M. Fuad Nasar, S.Sos., M.Sc., dijadwalkan menjadi narasumber sekaligus meresmikan program. Dialog akan dipandu Dr. Nur Kumala Dewi, S.Kom., M.Pd.
Episode perdana mengangkat tema “WHO 2026: Urgensi & Kesiapan Ekosistem Nasional”. WHO pada tema ini merupakan singkatan Wajib Halal Oktober 2026. Pembahasannya mengajak peserta mengenali kesiapan berbagai pihak dan kaitannya dengan kebutuhan masyarakat.
Mulai dari pertanyaan yang dekat
Istilah “ekosistem nasional” mungkin terdengar jauh dari urusan makan siang atau usaha rumahan. Padahal, di dalamnya ada kebutuhan pembeli untuk memperoleh informasi, kebutuhan penjual untuk memahami langkah usahanya, serta peran berbagai pihak yang memberikan penjelasan dan layanan.
Bayangkan seorang mahasiswa mulai menjual camilan melalui media sosial. Pesanannya bertambah, tetapi pertanyaannya ikut bertambah. Informasi bahan perlu dicari ke mana? Jika ingin mengetahui proses layanan halal, siapa yang sebaiknya dihubungi? Sementara itu, pembeli ingin bertanya tanpa membuat penjual merasa sedang dicurigai.
Contoh tersebut memperlihatkan bahwa pemahaman halal berhubungan dengan komunikasi sehari-hari. Penjual membutuhkan arahan yang mudah diikuti. Pembeli membutuhkan keterangan yang jelas. Keduanya terbantu ketika mengetahui sumber informasi dan jalur bertanya yang sesuai.
Melalui Stay Halal Live, pertanyaan seperti itu dapat dibawa ke ruang dialog. Peserta memperoleh kesempatan menyimak penjelasan narasumber dan mengenali konteks persoalan. Untuk pertanyaan teknis atau kasus tertentu, pembahasan dapat diarahkan kepada pihak yang berwenang sesuai kebutuhan.
Bagi yang baru mulai belajar, tidak perlu menunggu sampai menguasai istilah. Pertanyaan sederhana sering kali justru membuka pembahasan yang dibutuhkan banyak orang. Bisa jadi, hal yang selama ini kita anggap terlalu kecil untuk ditanyakan juga sedang dipikirkan peserta lain.
Belajar lewat layar dengan bahasa yang akrab
Sebagian orang mengenali sebuah isu dari video singkat, lalu mencari penjelasan lebih panjang ketika merasa persoalannya relevan. Ada yang menyimak sambil beristirahat setelah kuliah, menunggu pesanan, atau menyelesaikan pekerjaan. Kebiasaan ini memberi peluang agar edukasi halal hadir lebih dekat dengan waktu dan cara belajar masyarakat.
Stay Halal Live menyapa masyarakat umum, termasuk mahasiswa, pelaku usaha, komunitas, dan generasi Z. Bahasa yang mudah dipahami serta contoh yang dekat dengan pengalaman peserta menjadi bagian penting agar percakapan terasa terbuka.
Yang dibawa ke forum ini boleh berupa kebingungan saat membaca unggahan, pengalaman menjalankan usaha, atau pertanyaan dari keluarga. Peserta juga boleh datang untuk menyimak terlebih dahulu. Mendengar pertanyaan orang lain sering membantu kita mengenali hal yang sebelumnya belum terpikirkan.
Bagi pembaca yang belum memiliki usaha, topik ini tetap dekat. Kita membeli makanan, memilih produk untuk keluarga, dan menerima rekomendasi dari teman hampir setiap hari. Memahami cara mencari penjelasan membantu kita bertanya dengan lebih tepat, sekaligus menghargai usaha orang lain dalam memberikan informasi.
Manfaatnya diharapkan terasa setelah siaran selesai. Pelaku usaha memiliki catatan pertanyaan untuk ditindaklanjuti. Konsumen mengetahui tempat mencari penjelasan. Mahasiswa dan anggota komunitas mempunyai bekal untuk berdiskusi sebelum meneruskan sebuah informasi kepada orang lain.
Pertanyaan publik ikut menghidupkan program
Stay Halal Live ingin membangun percakapan yang berlanjut. Pertanyaan masyarakat dapat menjadi bahan untuk mengenali kebutuhan pembahasan berikutnya. Penjelasan narasumber menjadi bekal, sedangkan pengalaman peserta membantu menunjukkan persoalan yang masih memerlukan perhatian.
Di sinilah masyarakat mempunyai peran yang berarti. Ketika pertanyaan serupa muncul dari banyak peserta, penyelenggara dapat melihat bagian informasi yang perlu dijelaskan kembali. Pengalaman pelaku usaha pun dapat membantu memperjelas kebutuhan rujukan di lapangan.
Pendekatan ini memberi arah agar program tetap dekat dengan publik. Topik yang dibicarakan diharapkan tumbuh bersama kebutuhan peserta. Percakapan tentang halal pun mempunyai kesempatan untuk terus diperbaiki, mengikuti pertanyaan yang benar-benar muncul dalam kehidupan masyarakat.
Untuk mendukung jangkauan tersebut, pengembangan program ke depan diarahkan pada kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas, kreator konten, dan selebgram. Mereka dapat membantu membawa pertanyaan dari lingkungan serta pengikutnya ke dalam pembahasan yang lebih luas.
Seorang kreator, misalnya, dapat mengenalkan topik melalui pengalaman sehari-hari yang mudah dikenali penontonnya. Komunitas dapat menghimpun pertanyaan anggota. Selanjutnya, narasumber membantu memberikan penjelasan dan rujukan sesuai bidangnya. Dengan begitu, daya tarik konten berjalan bersama ketepatan informasi.
Dari menyimak menjadi langkah kecil
Tentu satu pertemuan memiliki waktu yang terbatas. Ada pertanyaan yang memerlukan penjelasan lanjutan atau pemeriksaan oleh pihak terkait. Karena itu, mengenali sumber dan kanal rujukan menjadi bekal yang berguna bagi peserta.
Sesudah mengikuti acara, langkahnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Pelaku usaha mencatat hal yang perlu ditanyakan kepada penyedia layanan. Konsumen memeriksa informasi sebelum mengambil keputusan. Pengurus komunitas membagikan tautan resmi agar anggotanya dapat memperoleh penjelasan langsung.
Di media sosial, kita juga bisa memulai dari kebiasaan sederhana: berhenti sejenak sebelum meneruskan unggahan yang belum jelas sumbernya. Jika masih ragu, simpan pertanyaannya dan cari klarifikasi. Penjelasan yang sudah dipahami kemudian dapat dibagikan dengan konteks yang utuh.
Bagi DJPH, ruang dialog ini menjadi salah satu cara mendekatkan sosialisasi dan literasi halal kepada masyarakat sekaligus mendengar kebutuhan mereka. Pengalaman publik membantu agar pesan edukasi lebih mudah dipahami dan relevan dengan persoalan yang dihadapi.
Bawa rasa ingin tahu dan mari bergabung
Ada pertanyaan tentang halal yang selama ini hanya berhenti di kolom komentar? Bawa ke Stay Halal Live. Anda boleh datang untuk bertanya, menyimak, atau mulai mengenali sumber informasi yang dapat dirujuk. Tidak perlu menyiapkan pertanyaan yang rumit agar percakapan ini bermanfaat.
Jumat, 16 Oktober 2026, pukul 14.00 WIB dapat menjadi waktu untuk mulai belajar bersama. Ajak teman kampus, rekan usaha, atau keluarga yang mungkin memiliki pertanyaan serupa. Satu penjelasan yang dipahami hari ini dapat membantu kita menentukan langkah berikutnya dengan lebih yakin.
Peserta dapat bergabung melalui Zoom dengan Meeting ID 827 0886 6933 atau menyaksikan siaran langsung di YouTube Bimas Islam TV. Pilih kanal yang paling mudah dijangkau dan siapkan catatan kecil untuk hal yang ingin ditanyakan atau dipelajari lebih lanjut.
Bersama Kementerian Agama, mari membuat informasi halal semakin dekat, mudah dipahami, dan bermanfaat dalam keseharian. Rasa ingin tahu kita layak mendapat ruang, dan pengalaman kita dapat membantu orang lain belajar.
Stay Halal Live, percakapan halal yang selalu hidup.
*Analis Kebijakan Ahli Madya Kementerian Agama RI
Pengalaman seperti ini dekat dengan keseharian. Informasi makanan dan minuman bergerak cepat melalui video pendek, siaran langsung, serta unggahan orang yang kita ikuti. Namun, setelah tertarik pada sebuah produk, kita kadang masih menyimpan pertanyaan tentang bahan, proses, atau tempat mencari informasi yang dapat dipercaya.
Rasa ingin tahu itulah yang ingin disambut melalui Stay Halal Live. Direktorat Jaminan Produk Halal (DJPH), Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama, menghadirkan program ini sebagai salah satu ruang sosialisasi dan literasi halal bagi masyarakat. Percakapannya diharapkan membantu publik memahami persoalan sehari-hari dan mengenali rujukan yang tepat.
Peluncuran Stay Halal Live dijadwalkan pada Jumat, 16 Oktober 2026, pukul 14.00 WIB melalui Zoom dan siaran langsung YouTube Bimas Islam TV. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., bersama Direktur Jaminan Produk Halal, H. M. Fuad Nasar, S.Sos., M.Sc., dijadwalkan menjadi narasumber sekaligus meresmikan program. Dialog akan dipandu Dr. Nur Kumala Dewi, S.Kom., M.Pd.
Episode perdana mengangkat tema “WHO 2026: Urgensi & Kesiapan Ekosistem Nasional”. WHO pada tema ini merupakan singkatan Wajib Halal Oktober 2026. Pembahasannya mengajak peserta mengenali kesiapan berbagai pihak dan kaitannya dengan kebutuhan masyarakat.
Mulai dari pertanyaan yang dekat
Istilah “ekosistem nasional” mungkin terdengar jauh dari urusan makan siang atau usaha rumahan. Padahal, di dalamnya ada kebutuhan pembeli untuk memperoleh informasi, kebutuhan penjual untuk memahami langkah usahanya, serta peran berbagai pihak yang memberikan penjelasan dan layanan.
Bayangkan seorang mahasiswa mulai menjual camilan melalui media sosial. Pesanannya bertambah, tetapi pertanyaannya ikut bertambah. Informasi bahan perlu dicari ke mana? Jika ingin mengetahui proses layanan halal, siapa yang sebaiknya dihubungi? Sementara itu, pembeli ingin bertanya tanpa membuat penjual merasa sedang dicurigai.
Contoh tersebut memperlihatkan bahwa pemahaman halal berhubungan dengan komunikasi sehari-hari. Penjual membutuhkan arahan yang mudah diikuti. Pembeli membutuhkan keterangan yang jelas. Keduanya terbantu ketika mengetahui sumber informasi dan jalur bertanya yang sesuai.
Melalui Stay Halal Live, pertanyaan seperti itu dapat dibawa ke ruang dialog. Peserta memperoleh kesempatan menyimak penjelasan narasumber dan mengenali konteks persoalan. Untuk pertanyaan teknis atau kasus tertentu, pembahasan dapat diarahkan kepada pihak yang berwenang sesuai kebutuhan.
Bagi yang baru mulai belajar, tidak perlu menunggu sampai menguasai istilah. Pertanyaan sederhana sering kali justru membuka pembahasan yang dibutuhkan banyak orang. Bisa jadi, hal yang selama ini kita anggap terlalu kecil untuk ditanyakan juga sedang dipikirkan peserta lain.
Belajar lewat layar dengan bahasa yang akrab
Sebagian orang mengenali sebuah isu dari video singkat, lalu mencari penjelasan lebih panjang ketika merasa persoalannya relevan. Ada yang menyimak sambil beristirahat setelah kuliah, menunggu pesanan, atau menyelesaikan pekerjaan. Kebiasaan ini memberi peluang agar edukasi halal hadir lebih dekat dengan waktu dan cara belajar masyarakat.
Stay Halal Live menyapa masyarakat umum, termasuk mahasiswa, pelaku usaha, komunitas, dan generasi Z. Bahasa yang mudah dipahami serta contoh yang dekat dengan pengalaman peserta menjadi bagian penting agar percakapan terasa terbuka.
Yang dibawa ke forum ini boleh berupa kebingungan saat membaca unggahan, pengalaman menjalankan usaha, atau pertanyaan dari keluarga. Peserta juga boleh datang untuk menyimak terlebih dahulu. Mendengar pertanyaan orang lain sering membantu kita mengenali hal yang sebelumnya belum terpikirkan.
Bagi pembaca yang belum memiliki usaha, topik ini tetap dekat. Kita membeli makanan, memilih produk untuk keluarga, dan menerima rekomendasi dari teman hampir setiap hari. Memahami cara mencari penjelasan membantu kita bertanya dengan lebih tepat, sekaligus menghargai usaha orang lain dalam memberikan informasi.
Manfaatnya diharapkan terasa setelah siaran selesai. Pelaku usaha memiliki catatan pertanyaan untuk ditindaklanjuti. Konsumen mengetahui tempat mencari penjelasan. Mahasiswa dan anggota komunitas mempunyai bekal untuk berdiskusi sebelum meneruskan sebuah informasi kepada orang lain.
Pertanyaan publik ikut menghidupkan program
Stay Halal Live ingin membangun percakapan yang berlanjut. Pertanyaan masyarakat dapat menjadi bahan untuk mengenali kebutuhan pembahasan berikutnya. Penjelasan narasumber menjadi bekal, sedangkan pengalaman peserta membantu menunjukkan persoalan yang masih memerlukan perhatian.
Di sinilah masyarakat mempunyai peran yang berarti. Ketika pertanyaan serupa muncul dari banyak peserta, penyelenggara dapat melihat bagian informasi yang perlu dijelaskan kembali. Pengalaman pelaku usaha pun dapat membantu memperjelas kebutuhan rujukan di lapangan.
Pendekatan ini memberi arah agar program tetap dekat dengan publik. Topik yang dibicarakan diharapkan tumbuh bersama kebutuhan peserta. Percakapan tentang halal pun mempunyai kesempatan untuk terus diperbaiki, mengikuti pertanyaan yang benar-benar muncul dalam kehidupan masyarakat.
Untuk mendukung jangkauan tersebut, pengembangan program ke depan diarahkan pada kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas, kreator konten, dan selebgram. Mereka dapat membantu membawa pertanyaan dari lingkungan serta pengikutnya ke dalam pembahasan yang lebih luas.
Seorang kreator, misalnya, dapat mengenalkan topik melalui pengalaman sehari-hari yang mudah dikenali penontonnya. Komunitas dapat menghimpun pertanyaan anggota. Selanjutnya, narasumber membantu memberikan penjelasan dan rujukan sesuai bidangnya. Dengan begitu, daya tarik konten berjalan bersama ketepatan informasi.
Dari menyimak menjadi langkah kecil
Tentu satu pertemuan memiliki waktu yang terbatas. Ada pertanyaan yang memerlukan penjelasan lanjutan atau pemeriksaan oleh pihak terkait. Karena itu, mengenali sumber dan kanal rujukan menjadi bekal yang berguna bagi peserta.
Sesudah mengikuti acara, langkahnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Pelaku usaha mencatat hal yang perlu ditanyakan kepada penyedia layanan. Konsumen memeriksa informasi sebelum mengambil keputusan. Pengurus komunitas membagikan tautan resmi agar anggotanya dapat memperoleh penjelasan langsung.
Di media sosial, kita juga bisa memulai dari kebiasaan sederhana: berhenti sejenak sebelum meneruskan unggahan yang belum jelas sumbernya. Jika masih ragu, simpan pertanyaannya dan cari klarifikasi. Penjelasan yang sudah dipahami kemudian dapat dibagikan dengan konteks yang utuh.
Bagi DJPH, ruang dialog ini menjadi salah satu cara mendekatkan sosialisasi dan literasi halal kepada masyarakat sekaligus mendengar kebutuhan mereka. Pengalaman publik membantu agar pesan edukasi lebih mudah dipahami dan relevan dengan persoalan yang dihadapi.
Bawa rasa ingin tahu dan mari bergabung
Ada pertanyaan tentang halal yang selama ini hanya berhenti di kolom komentar? Bawa ke Stay Halal Live. Anda boleh datang untuk bertanya, menyimak, atau mulai mengenali sumber informasi yang dapat dirujuk. Tidak perlu menyiapkan pertanyaan yang rumit agar percakapan ini bermanfaat.
Jumat, 16 Oktober 2026, pukul 14.00 WIB dapat menjadi waktu untuk mulai belajar bersama. Ajak teman kampus, rekan usaha, atau keluarga yang mungkin memiliki pertanyaan serupa. Satu penjelasan yang dipahami hari ini dapat membantu kita menentukan langkah berikutnya dengan lebih yakin.
Peserta dapat bergabung melalui Zoom dengan Meeting ID 827 0886 6933 atau menyaksikan siaran langsung di YouTube Bimas Islam TV. Pilih kanal yang paling mudah dijangkau dan siapkan catatan kecil untuk hal yang ingin ditanyakan atau dipelajari lebih lanjut.
Bersama Kementerian Agama, mari membuat informasi halal semakin dekat, mudah dipahami, dan bermanfaat dalam keseharian. Rasa ingin tahu kita layak mendapat ruang, dan pengalaman kita dapat membantu orang lain belajar.
Stay Halal Live, percakapan halal yang selalu hidup.
*Analis Kebijakan Ahli Madya Kementerian Agama RI



