Dalam kesempatan itu, Ketua KUPI Badriyah Fayumi memaparkan peran KUPI dalam memperjuangkan kesetaraan gender pada masyarakat Muslim di Indonesia. Ia pun mencontohkan keunikan dan kedinamisan KUPI serta visi utama dalam transformasi sosial dan mewujudkan keadilan.
Ia menjelaskan, visi misi tersebut sejalan dengan nilai musawah (persamaan) dan keadilan yang telah termuat dalam prinsip Moderasi Beragama.
“Islam tidak pernah membedakan manusia dari segi personalnya. Semua manusia memiliki derajat setara dan punya kesempatan yang sama tanpa melihat gendernya. Karenanya, ulama perempuan akan berkontribusi untuk memberi pandangan dan pencerahan kepada masyarakat,” ungkap Badriyah saat audiensi di Gedung Kementerian Agama Thamrin, Rabu (15/11/2023).
Badriyah menyebut, kerja sama Ditjen Bimas Islam dan KUPI ini akan memberi ruang bagi ulama perempuan untuk berkontribusi mewujudkan lingkungan beragama yang moderat.
“Dewan Pertimbangan KUPI dan Dirjen Bimas Islam melihat kesamaan visi misi antara KUPI dan Bimas Islam dalam menciptakan lingkungan beragama yang moderat,” ungkapnya.
Sementara itu, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin mendukung penuh program kolaboratif tersebut. “Bimas Islam mendukung kerja sama dengan KUPI dalam program kolaboratif guna mewujudkan Moderasi Beragama di Indonesia,” ungkap Dirjen.
Melalui sinergi antara lembaga masyarakat dan pemerintah, imbuh Dirjen, diharapkan akan menciptakan hubungan yang sinergis untuk mencapai tujuan bersama dalam mewujudkan Moderasi Beragama di Indonesia, termasuk dalam memberi jaminan kesetaraan gender.
“Moderasi Beragama merupakan cita-cita yang perlu diwujudkan secara bersama-sama untuk menciptakan keharmonisan dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara,” pungkasnya.
Wcp/Mr



