Kamaruddin yang juga Ketua Umum BKM Pusat mendorong lembaga BKM daerah untuk lebih aktif menggelar kegiatan syiar agama di masjid dan musala. Menjelang bulan Ramadan, Kamaruddin meminta BKM melakukan safari Ramadan dan bersilaturahmi ke ormas-ormas keagamaan serta audiensi ke pemerintah daerah.
“Kita mendorong kepada pengurus BKM dapat membuka komunikasi, audiensi, atau sosialisasi dengan pemerintah daerah setempat/forkopimda/ormas terkait telah hadirnya BKM daerah dan siap berkolaborasi lebih jauh,” ujar Kamaruddin.
Selaku Ketua Harian BKM Pusat, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Adib menambahkan, dalam menyambut bulan Ramadan 1445 H, BKM juga perlu melakukan pembinaan SDM Kemasjidan serta menggelar Rapat Kerja BKM Daerah.
“Kita meminta BKM provinsi untuk melakukan kegiatan Pembinaan SDM Kemasjidan atau pelatihan manajemen masjid, yang dirangkai dengan Rakerda BKM provinsi, dan melibatkan peserta dari BKM provinsi dan kabupaten/kota,” ucap Adib.
Menurut Adib, BKM juga perlu berkontribusi dalam menciptakan kondusivitas umat pasca Pemilu di lingkungannya. Ia mengungkapkan, BKM harus mengisi mimbar tarawih atau Jumat dengan menyampaikan pesan-pesan perdamaian.
“BKM provinsi, kabupaten/kota, hingga kecamatan, kelurahan/desa juga harus mengisi mimbar kultum tarawih dan khotbah Jumat dengan membawa pesan-pesan persaudaraan dan kerukunan/perdamaian. Contoh khutbah tersebut dapat diakses di aplikasi PUSAKA dan Elipski,” tutur Adib.
Kegiatan Coffee Morning BKM itu diikuti lebih dari 1.000 peserta yang terdiri dari pengurus BKM pusat, BKM provinsi, BKM kabupaten/kota, BKM kecamatan, dan BKM kelurahan/desa.
Fn/Mr



