"Dalam BWI, diperlukan koordinasi terstruktur dengan kepala bidang Kemenag serta sertifikasi wakaf dengan Badan Pertahanan Negara," tegas Waryono dalam acara silaturahmi di Kota Jogja pada Rabu (29/11/2023).
Waryono memandang koordinasi antar daerah sebagai kunci kesuksesan, dengan meminta BWI di setiap daerah untuk berkoordinasi dengan provinsi dalam menginformasikan pemanfaatan aset wakaf. "Laporan dari BWI Kabupaten/Kota dan BWI Provinsi terkait aset wakaf, serta pemanfaatannya, sangat penting," tambahnya.
Selanjutnya, Waryono mendorong BWI untuk membentuk tim ahli (thinktank) yang berfokus pada pengoptimalan aset wakaf, sambil meminta BWI menjalin komunikasi dengan pihak konsultan untuk mendukung optimalisasi Wakaf.
“Optimalisasi dari Kanwil, BAZNAS, LAZ, BWI, dan Nazir harus berjalan beriringan dengan visi dan sasaran delapan asnaf,” ujar Waryono.
Waryono menegaskan, optimalisasi wakaf harus menjadi pendukung utama sistem kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Langkah ini dapat diwujudkan melalui identifikasi wakaf produktif.
Terakhir, ia memfokuskan pendayagunaan wakaf dan zakat pada sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Waryono berharap, hal ini dapat direalisasikan melalui pembuatan roadmap optimalisasi tiga aspek antara Kemenag, LAZ, dan Nazir, sebagai langkah konkret untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.
Fn/Mr



