"Dengan segala tantangan dalam penyaluran dana ke Palestina, diharapkan masyarakat Indonesia yang ingin memberikan donasi diutamakan kepada BAZNAS sebagai lembaga pemerintah non struktural atau representatif pemerintah Indonesia," ujar Kamaruddin kepada wartawan, Senin (18/12/2023).
BAZNAS, sebagai perantara utama, telah menjalin kerja sama dengan sejumlah Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) atau NGO di Mesir untuk memperlancar pendistribusian dana kemanusiaan.
"Sampai saat ini, bantuan kemanusiaan masyarakat Indonesia disalurkan melalui perantara Mesir dengan memanfaatkan jejaring LSM lokal seperti Bait Zakat dan Egyptian Red Crescent (Hilal Ahmar Mesir)," ungkap Kamaruddin.
Menurut Kamaruddin, bantuan ini difokuskan pada kebutuhan darurat dan tepat sasaran, termasuk untuk pengobatan dan kebutuhan konsumsi di pengungsian.
"Pemberian bantuan Palestina harus tepat guna, seperti kebutuhan pengobatan masyarakat Palestina yang dirawat di RS di Mesir maupun yang tinggal di pengungsian. Selain itu, juga diperuntukkan bagi kebutuhan utama seperti tepung sebagai bahan makanan pokok dan makanan instan. Ini harus menjadi prioritas," jelasnya.
Atase KBRI Kairo Mesir, Bambang Suryadi, menyatakan bahwa saat ini, akses ke wilayah operasi militer hanya dapat dilakukan dengan izin otoritas Israel. Oleh karena itu, bantuan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia dikirim melalui LSM Mesir yang memiliki pengalaman dalam penyaluran.
"Tidak ada yang bisa mencapai wilayah operasi kecuali seizin otoritas Israel. Maka, kita salurkan melalui LSM Mesir yang sudah terbiasa menyalurkan," ujar Bambang.
Bambang juga menambahkan, penyaluran dana kemanusiaan melalui BAZNAS sudah mencapai gelombang ketiga.
Ba/Mr



