Surakarta, Bimas Islam --- Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Surakarta, Umi Khozanah mengatakan, tingkat kerukunan umat beragama di Kota Surakarta cukup tinggi. Apalagi, dalam dua tahun terakhir, Kota Surakarta selalu mendapatkan penghargaan sebagai wilayah rukun dari Kemenag Pusat.
“Alhamdulillah, kerukunan umat beragama di Kota Surakarta ini sangat tinggi, rasa toleransinya bagus. Hampir nihil ada gesekan. Ini yang perlu kita rawat dan jaga bersama-sama,” ujar Khozanah dalam keterangan tertulis di Kota Surakarta, Jumat (4/2).
Ia mengatakan, kerukunan umat beragama di Kota Surakarta yang sangat tinggi ini dibuktikan dengan penerimaan penghargaan dari Kemenag Pusat sebagai wilayah rukun selama dua tahun berturut-turut, yakin 2020-2021.
“Kita juga dua tahun berturut-turut menerima penghargaan wilayah rukun. Ini menjadi kebanggaan kami masyarakat Kota Surakarta, dan tugas kami sekarang adalah bagaimana mempertahankan predikat sebagai wilayah rukun,” jelasnya.
Menurut Khozanah, membentuk masyarakat dengan karakter yang memiliki tolerasi tinggi hingga menciptakan kerukunan umat beragama ini dilakukan melalui koordinasi secara intens dengan lintas sektoral. Ia mengimbau KUA bersama Penyuluh Agama Islam untuk aktif sosialisasi moderasi beragama.
“Memang kuncinya itu koordinasi lintas sektor, baik di internal umat Islam itu sendiri maupun dengan tokoh-tokoh agama lain. Tapi yang menjadi perhatian kami adalah Kepala KUA dan Penyuluh Agama Islam sebagai garda terdepan ini harus paham apa itu moderasi beragama. Jangan sampai mereka aktif sosialisasi, tapi tidak paham moderasi beragama,” jelasnya.
“Maka kami selalu imbau Kepala KUA maupun Penyuluh Agama Islam, yuk kita belajar sama-sama tentang moderasi beragama. Kalau belum paham, tanyakan. Kalau masih belum paham juga, jangan dulu turun ke masyarakat sebelum benar-benar paham. Kami tidak menghendaki ada kesalahpahaman hanya karena petugas kita tidak paham moderasi beragama,” kata Khozanah.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Ini Langkah Kemenag Jadikan Dana Sosial Keagamaan Instrumen Strategis Pengentasan Kemiskinan
Bandung, Bimas Islam — Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya…



