Ahmad Zayadi mengatakan, MDK sebagai mitra pemerintah memiliki peran penting dalam merawat kebinekaan dan menciptakan harmoni di tengah masyarakat. Untuk mencapai hal ini, ia menegaskan bahwa dakwah yang disampaikan harus tetap berada dalam bingkai Pancasila, dengan nilai-nilai yang bermuara pada sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa.
"Seluruh nilai-nilai Pancasila pasti dilandasi oleh agama, dan seorang dai harus memiliki wawasan kebangsaan yang berketuhanan," ujar Ahmad Zayadi.
Kepala Kanwil Kemenag Kepri, Mahbub Daryanto, mengakui bahwa masyarakat Kepri yang heterogen memiliki tantangan tersendiri dalam merawat kerukunan. Meskipun demikian, Kepri berhasil mencapai Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) tertinggi nasional pada 2022, dengan kuncinya terletak pada pemeliharaan budaya lokal.
"Selagi menjunjung tinggi adat lokal, kerukunan tetap terjaga. Di Kepri, menyambut tamu itu dengan tari persembahan. Tidak melihat agama dan budaya tamu itu apa, tetapi tetap disambut hangat dan dengan rasa hormat," kata Mahbub Daryanto.
Dalam pesannya, Mahbub berharap pengurus MDK yang baru dikukuhkan dapat menjaga kerukunan umat beragama dengan berpegang pada Pancasila, bersikap moderat, dan merawat budaya lokal di Tanah Melayu.
"Selamat bekerja kepada pengurus yang telah dikukuhkan, semoga selalu solid dalam menguatkan kualitas iman dan islam di Kepulauan Riau," tutup Mahbub Daryanto.
Msk/Mr



