Tangerang, Bimas Islam — Kementerian Agama (Kemenag) mengoptimalkan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan kompetensi fasilitator bimbingan perkawinan. Teknologi ini dapat membantu fasilitator mengembangkan materi edukasi yang interaktif dan sesuai dengan kebutuhan peserta, mulai dari persiapan pernikahan hingga pendampingan keluarga setelah menikah.
Hal itu disampaikan Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi, saat membuka kegiatan Advance Facilitator Bimbingan Perkawinan Isu Keluarga di Tangerang, Rabu (14/10/2026).
Ia mengungkapkan, peningkatan kompetensi fasilitator diperlukan untuk mendukung pembinaan keluarga sakinah dan maslahah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut Zayadi, AI dapat membantu fasilitator melaksanakan tugas edukasi, pelayanan, pembinaan, dan pendampingan masyarakat secara lebih efektif dan kreatif. Meski demikian, penggunaannya harus tetap memperhatikan etika pelayanan, ketepatan informasi, pertimbangan manusia, dan perlindungan data pribadi.
“Pekerjaan yang kita lakukan ini sangat mendasar dan substantif. Kita bertugas membangun keluarga yang tidak hanya tenteram dan harmonis, tetapi juga membawa kemaslahatan serta memberikan manfaat bagi anggota keluarga," ujarnya.
Ia mengatakan, penguatan kompetensi fasilitator sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar agar layanan Kemenag memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, fasilitator perlu memahami tujuan pembinaan keluarga, bukan sekadar menyampaikan materi bimbingan perkawinan.
Zayadi menjelaskan, keluarga merupakan unit dasar pembentuk masyarakat dan peradaban. Pemahaman tentang keluarga menjadi landasan bagi fasilitator untuk menyamakan persepsi mengenai keluarga yang ingin diwujudkan melalui bimbingan perkawinan dan pendampingan keluarga.
Ia juga menjelaskan, sakinah merujuk pada ketenangan lahir dan batin dalam kehidupan keluarga. Ketenangan tersebut dibangun melalui hubungan yang saling menenangkan dan menguatkan, termasuk kemampuan pasangan mengevaluasi diri ketika menghadapi konflik rumah tangga.
Sementara itu, maslahah berkaitan dengan upaya menghadirkan kebaikan dan kemanfaatan serta mencegah kemungkaran. Dengan demikian, pembinaan keluarga tidak hanya berfokus pada persiapan pernikahan dan keharmonisan rumah tangga, tetapi juga pada ketahanan keluarga serta manfaatnya bagi lingkungan dan masyarakat.
“Kalau bangunan keluarga kita sampai pada tahap keluarga yang sakinah dan maslahah, maka ketahanan keluarga akan semakin kuat. Keluarga diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan, baik ekonomi, sosial, psikologis, maupun bencana,” jelasnya.
Dalam konteks tersebut, AI dapat dimanfaatkan untuk menyesuaikan materi dengan kebutuhan peserta, mengembangkan studi kasus, menyusun pertanyaan diskusi, dan membuat bahan edukasi digital. Materi bimbingan juga dapat disesuaikan dengan tahapan kehidupan keluarga, mulai dari persiapan calon pengantin hingga penguatan komunikasi pasangan, penyelesaian konflik, pengasuhan anak, dan ketahanan keluarga.
Peserta kegiatan juga mengikuti praktik pemanfaatan AI untuk mendukung pekerjaan fasilitator. Mereka berlatih mengidentifikasi persoalan pekerjaan, menggunakan AI sesuai kebutuhan, menyusun perangkat kerja, serta memeriksa kembali hasil yang dihasilkan teknologi tersebut.
Salah satu peserta, Penghulu Cikampek Alfin Maulana, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini menambah pengetahuan dan membuka peluang pemanfaatan AI untuk mendukung tugasnya sebagai fasilitator bimbingan perkawinan.
Melalui kegiatan ini, Kemenag berharap fasilitator mampu menghasilkan materi bimbingan yang lebih aplikatif, meningkatkan mutu layanan, serta memanfaatkan AI secara aman dan bertanggung jawab. Upaya tersebut diharapkan mendukung pembinaan keluarga secara berkelanjutan, sejak persiapan pernikahan hingga kehidupan setelah menikah, untuk mewujudkan keluarga sakinah dan maslahah yang tangguh menghadapi berbagai tantangan.
Msk/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Dukung Keberlanjutan PaRD, Perkuat Kerja Sama Agama dan Pembangunan
Bangkok, Bimas Islam — Kementerian Agama (Kemenag) berkomitmen mendukung keberlanjutan International Partnership on Religion and Sustainable Development…



