Dalam konsep pemberdayaan Kampung Zakat, Saung Ilmu menjadi sarana untuk memfasilitasi interaksi masyarakat, tempat edukasi, perencanaan program pemberdayaan masyarakat, dan mitigasi bencana. Saung tersebut juga sudah diisi dengan pembelajaran non formal, seperti pelatihan dan pembinaan bagi petani, peternak, dan pengrajin.
Saung ini juga sudah dilengkapi dengan fasilitas yang memadai seperti perpustakaan mini, demplot tanaman sebagai media pembelajaran, dan lokasi pembibitan.
Menurut Waryono, Saung Ilmu dapat menjadi media untuk mengembangkan ilmu pengetahuan serta menjadi pusat pengembangan kebudayaan Islam di Ciladaeun. "Saat ini, banyak yang fokus pada ibadah daripada ilmu, padahal kunci kemajuan adalah ilmu," ungkapnya.
Ilmu pengetahuan dianggap sebagai kunci perkembangan peradaban Islam dan memiliki dampak besar pada pemberdayaan ekonomi umat. Waryono menekankan, dukungan ilmu pengetahuan di Saung Ilmu akan memberi dampak lebih besar dan langsung pada mustahik.
Waryono juga mengapresiasi BAZNAS dan LAZ atas dukungan mereka terhadap kehadiran Saung Ilmu. "Saung Ilmu ini diharapkan tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan tetapi juga mendukung program Kampung Zakat yang diinisiasi oleh Kementerian Agama," ujarnya.
Sementara itu Direktur Eksekutif LAZ Al-Azhar, Hasab berharap, Saung Ilmu yang didirikan di atas tanah wakaf 55 meter persegi menjadi tempat kolaborasi dan pertukaran ide bagi masyarakat. "Saung Ilmu, diharapkan menjadi titik kumpul dalam interaksi, edukasi, dan perencanaan program," katanya.
Hasab menyebut, LAZ Al-Azhar telah menyalurkan bantuan modal usaha dan memberikan bantuan kepada 3500 rumah santri di rumah gemilang di tujuh wilayah. Saung Ilmu juga akan menyediakan berbagai fasilitas seperti jaringan internet, komputer, dan buku.
Ba/Mr



