Pernyataan ini disampaikannya saat menghadiri Seminar Nasional Wakaf Uang dalam rangkaian Festival Wakaf Akbar Kalbar 2023, yang berlangsung di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (11/11/2023).
"Kepercayaan publik pada gerakan filantropi ini harus kita jaga bersama, baik oleh LKSPWU BWI maupun Nazir. Jika kita menjaga akuntabilitas, masyarakat mudah mengeceknya, kepercayaan akan tumbuh," ujarnya.
Muhibuddin menegaskan, ekosistem wakaf di Indonesia harus tetap bersih dari penilaian buruk masyarakat.
"Filantropi itu bahan bakarnya adalah trustpublik. Sekali saja mendapat distrust atau blaming dari publik, maka akan terjadi goncangan pada gerakan filantropi kita," jelasnya.
Dalam upaya membangun trust masyarakat terhadap gerakan wakaf, Muhibuddin menekankan perlunya belajar dari kesuksesan pengelolaan wakaf di sejumlah negara. Kisah sukses Al-Azhar As-Syarif dan Universitas Harvard dalam mengelola dana wakaf dan dana abadi, menurutnya, harus menjadi inspirasi bagi pengelolaan wakaf di Indonesia.
"Wakaf adalah aset umat. Kita ingin membumikannya dengan mencontoh kisah sukses wakaf di beberapa tempat seperti di Al-Azhar University dan Harvard University (walaupun tidak memakai nama wakaf tapi endowment fund/social fund)," pungkasnya.
Ba/Mr



