“Pesan yang disampaikan tokoh agama jauh lebih diterima masyarakat daripada komunitas lainnya (lingkungan rumah, kerja, dan kolega lainnya). Hal ini menunjukkan betapa religius masyarakat kita,” ujar Adib dalam acara Training of Trainers Komunikasi Antar Pribadi (ToT-KAP) Pemenuhan Hak Anak di Tangerang Selatan, Rabu (26/10/2023).
Ia optimis, program pemerintah bisa berhasil dengan melibatkan tokoh agama. "Kita ingin kontribusi agama terhadap pembangunan menjadi optimal. Dalam konteks ini, kita bisa mengomunikasikan kepada masyarakat terkait pentingnya pembangunan nasional, khususnya kesehatan dan pendidikan anak,” ucap Adib.
Adib juga menceritakan pengalamannya dalam forum internasional PaRD Partnership on Religion and Sustainable Development. Di sana, kata dia, sering digelar diskusi terkait peran penting tokoh agama dalam mencapai tujuan social development goals. Dalam diskusi tersebut, terdapat kesimpulan bahwa tokoh agama berperan penting untuk menyampaikan pesan-pesan pembangunan.
Diketahui, berdasarkan survei yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Kata Data bertajuk Status Literasi Digital Indonesia 2020 di 34 Provinsi, lebih dari 50 persen masyarakat (Nasional dan daerah 3T) sangat percaya terhadap informasi yang berasal dari tokoh agama.
Melalui kegiatan yang digelar Kementerian Agama dan UNICEF ini, ia mengajak seluruh tokoh agama dan aktivis masjid duduk bersama stakeholderterkait seperti UNICEF, Kementerian Kesehatan, dan Bappenas untuk meningkatkan kontribusi agama dalam pembangunan.
Fn/Mr



