Dirjen Bimas Islam, Kemenag, Kamaruddin Amin mengatakan, Bayt Zakat Al-Azhar Mesir merupakan lembaga zakat yang strategis. Lembaga tersebut berada di bawah naungan Universitas Al-Azhar Mesir dan pengawasan Grand Syaikh.
"Bayt Zakat Al-Azhar Mesir memiliki pengalaman dan jaringan yang luas di Palestina," kata Kamaruddin dalam keterangan tertulis, Selasa (19/12/2023).
Saluran bantuan ini akan melibatkan lembaga-lembaga di Mesir lainnya, seperti LSM Misr Kaeir, Egyptian Red Crescent, Yahya Masr, dan Hayat Karimah di bawah Pemerintahan Mesir.
"Saat ini ada mahasiswa Al-Azhar Palestina yang akses komunikasi dan koordinasinya terputus sehingga membutuhkan biaya hidup untuk melanjutkan studinya. Diharapkan ada kolaborasi penyaluran bantuan kepada mahasiswa Al-Azhar asal Palestina," ujar Kamaruddin.
Sementara itu, Sekretaris BAZNAS Muchlis Hanafi menyampaikan, bantuan yang dikirim dari Indonesia secara tidak langsung memberi dampak positif terhadap perekonomian Mesir. Sebab, dana bantuan kemanusiaan dari Indonesia dibelanjakan di Mesir.
"Perlu strategi perencanaan penyaluran dalam jangka panjang. Sehingga bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan tepat guna, serta sesuai kondisi geopolitik saat ini," ujarnya.
Proses MoU antara Kemenag-BAZNAS dan Bayt Zakat Al-Azhar Mesir ditargetkan akan berlangsung secara periodik sesuai kebutuhan.
Msk/Mr



