Depok, Bimas Islam --- Bapak Moderasi Beragama, Lukman Hakim Saifuddin memaparkan alasan penting dan relevannya konsep Moderasi Beragama bagi Bangsa Indonesia. Lukman menjelaskan ada tiga kecenderungan yang dia temukan sehingga Moderasi Beragama ini harus senantiasa diikhtiarkan dalam berbagai program.
"Ada tiga kecenderungan yang belakangan semakin kita rasakan. Pertama, ada kecenderungan beragama justru mengingkari nilai kemanusiaan. Padahal, agama untuk memanusiakan manusia agar manusia bisa menjadi rahmat bagi semesta," ungkap Lukman saat menjadi narasumber dalam Sarasehan Strategi Moderasi Beragama Melalui Budaya di Makara Art Center Universitas Indonesia (UI), Depok, Kamis (29/4/21).
Dalam sarasehan yang merupakan rangkaian Festival Seni Ramadan (FSR) 2021 ini, Lukman menjelaskan bahwa wujud baiknya kualitas seseorang dalam beragama berupa perilaku yang baik kepada sesama manusia dan alam semesta.
"Kecenderungan kedua, ada semakin dirasakan tafsir keagamaan yang tidak berdasar dan tidak mengikuti sistem atau pola bagaimana menerjemahkan agama. Ada kecenderungan orang mudah menafsirkan agama tanpa ilmu. Padahal untuk menafsirkan ada syaratnya," tambahnya.
Akibat dari kecenderungan ini, tambah Lukman, banyak pemahaman dan pengamalan nilai-nilai agama yang tidak sesuai sehingga menimbulkan kerusakan di berbagai bidang.
"Ketiga, ada kecenderungan cara pandang dan pengamalan agama yang langsung maupun tidak langsung mengancam ikatan kebangsaan kita. Karenanya, cara beragama masyarakat Indonesia perlu dijaga agar senantiasa berada dalam konteks yang moderat," pungkasnya.
Sebagai informasi, FSR 2021 merupakan kerja sama antara Kementerian Agama dan Universitas Indonesia. Kegiatan yang dilangsungkan pada Selasa-Jum'at, 27-30 April 2021 ini diisi dengan beragam acara seperti diskusi, bedah buku, sarasehan, pagelaran musik, dan lomba tingkat nasional.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Alissa Wahid: Ketahanan Bangsa Dibangun dari Keluarga
Bogor, Bimas Islam — Penasihat Ahli Menteri Agama, Alissa Wahid, mengungkapkan, ketahanan bangsa berawal dari keluarga yang kuat. Karena itu, penguatan…



