Jakarta, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin mengajak semua pihak, terutama pemangku program perwakafan, untuk menjadi contoh pemberdayaan ekonomi umat berbasis wakaf. Hal tersebut disampaikan Dirjen saat menjadi pembicara kunci pada peluncuran gerakan Wakaf Peduli Indonesia (KALISA) yang dihelat Badan Wakaf Indonesia (BWI) secara virtual, Rabu (8/7).
Dikatakan Dirjen, saat ini tingkat partisipasi masyarakat di sektor wakaf masih perlu ditingkatkan. Hal tersebut, imbuhnya, berbanding lurus dengan masih rendahnya tingkat literasi masyarakat di bidang perwakafan.
“Literasi masyarakat tentang perwakafan saat ini masih rendah. Di lembaga pendidikan pun, literasi tentang zakat dan wakaf masih sebatas permukaan,” ujarnya.
Padahal, Dirjen menambahkan, tingkat literasi akan memengaruhi partisipasi masyarakat untuk berwakaf. “Ada gap cukup besar antara potensi wakaf di tanah air dengan tingkat partisipasi masyarakat yang masih rendah, yang harus kita cari jalan keluar bersama,” demikian Dirjen.
Selain peningkatan di bidang literasi, mantan Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama itu juga mengajak semua stakeholder perwakafan untuk menjadi contoh partisipasi wakaf secara massif.
Dikatakannya, para pemangku kepentingan di sektor wakaf, tidak bisa mengajak masyarakat untuk berpartisipasi tanpa memberi contoh. “Kita juga bisa membuat program dimana para pejabat kemudian menjadi contoh. Kita semua bisa menjadi wakif, sehingga diharapkan program ini berdampak sistemik dan menjadi contoh bagi lembaga-lembaga di bawah Kementerian Agama bahkan di tingkat pemerintah-pemerintah daerah”, ujar Dirjen.
“Jika program ‘menjadi wakif’ ini menjadi gerakan massif, maka akan berdampak sangat dahsyat. Tetapi point pentingnya adalah harus dimulai dari kita dulu. Kita tidak bisa mengajak orang berwakaf sementara kita tidak memberi contoh bagaimana menjadi wakif,” katanya.
Untuk itu, Dirjen berharap program KALISA yang digagas BWI dapat menjadi respon nyata di tengah kebutuhan umat saat ini.
Seperti diketahui, KALISA merupakan program penggalangan wakaf uang dari masyarakat, korporasi, atau institusi lain untuk ditempatkan pada instrumen Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU). Manfaat dari program ini kemudian akan disalurkan untuk membiayai kebutuhan penanganan Covid-19 di bidang kesehatan, pendidikan, dan sosial ekonomi.
Masyarakat dapat berkontribusi dalam program KALISA melalui dua skema wakaf. Pertama, dengan mewakafkan uang secara sementara dengan minimal tempo satu tahun dan nominal Rp.1juta. Setelah satu tahun, uang wakaf akan dikembalikan kepada wakif, sedangkan hasil pengelolaan uang tersebut yang akan disalurkan untuk membantu penanganan Covid-19.
Sedangkan skema kedua, masyarakat mewakafkan uangnya untuk selamanya, dengan berwakaf uang sebesar Rp 50 ribu dan tidak dikembalikan kepada wakif. Hasil wakaf ini kemudian bisa disalurkan setiap tahun dan selamanya.
Hasil pengelolaan wakaf Program KALISA ini akan disalurkan untuk tiga hal. Pertama, Kalisa “Darurat Ventilator”, yaitu program pengadaan ventilator di rumah sakit yang menjadi rujukan penaganan pasien Covid-19. Kedua, KALISA “Lanjutkan Hidup Mereka” yaitu program dana bantuan bagi orang tua mahasiswa pra-sejahtera se-Indonesia yang terdampak sosial ekonomi oleh pandemi Covid-19. Ketiga, Kalisa “Peduli Ulama Pedalaman,” yaitu program bantuan tunai untuk ulama di pedalaman yang terdampak Covid-19.
Soft Launching Gerakan KALISA berlangsung sekitar 90 menit dengan menghadirkan dua pembicara kunci. Selain Dirjen Bimas Islam, pembicara kunci lainnya adalah Direktur Pengaturan dan Perizinan Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan Syariah, Deden Firman Hendarsyah.
Nampak hadir dalam acara tersebut Ketua Badan Pelaksana BWI, Muhammad Nuh beserta jajaran, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Pejabat Otoritas Jasa Keuangan Syariah, Rektor Institut Pertanian Bogor, para akademisi, serta sejumlah pejabat dan tokoh ormas Islam.
(Ska-bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Abu Dhabi Peace Forum, Kemenag Paparkan Strategi Bangun Keluarga Sakinah-Maslahat
Jakarta, Bimas Islam — Pembangunan perdamaian perlu dimulai dari lingkungan keluarga. Keluarga menjadi ruang pertama untuk menanamkan nilai agama, kasih…



