Jakarta, Bimas Islam -- Ajaran Islam banyak mengandung konsep yang bisa dikapitalisasi menjadi instrumen produktif mendatangkan kemaslahatan umat. Demikian disampaikan Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin di Jakarta Timur, Senin (12/12/22).
"Kita akan terus berikhtiar bersama dalam mencerdaskan umat. Kita akan terus menyampaikan pesan agama yang meneduhkan, mencerahkan, dan menenangkan," ajak Dirjen usai mengukuhkan Pengurus Majelis Dai Kebangsaan (MDK) Provinsi Jakarta.
Menurut Guru Besar Ilmu Hadis UIN Alauddin Makassar ini, masyarakat Indonesia terutama generasi muda tengah mengalami penetrasi ideologi. Hal ini terjadi lantaran era kebebasan informasi dan berkembang pesatnya digitalisasi media.
"Kita berada di era penetrasi ideologi dan paham keagamaan yang bisa masuk ke siapa pun dan di mana pun terutama kepada anak muda. Hari ini kita berkumpul untuk merawat paham kebangsaan dan kenegaraan. Agama harus berada di tengah sebagai perekat sosial dan mendatangkan kemaslahatan individu serta kolektif," sambungnya.
Dirjen optimis, Pengurus MDK DKI Jakarta yang terdiri dari penceramah, ulama, tokoh masyarakat, dan cendekiawan ini mampu menginspirasi dalam menghadirkan agama sebagai solusi. "Agama harus menghadirkan kemaslahatan. Itu yang akan terus kita diseminasi, dakwahkan, dan sampaikan ke masyarakat," tegasnya.
Dirjen juga mengajak seluruh komponen bangsa menguatkan sinergi dan kolaborasi. "Dengan sinergi dan kolaborsi seluruh elemen bangsa, insyaallah kita akan mampu menjaga dan merawat paham kebangsaan dan keragaman di Indonesia yang kita cintai ini," pungkas Dirjen.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag: Sulsel Berpeluang Jadi Pusat Pengembangan Ekonomi Syariah di Wilayah Timur Indonesia
Makassar, Bimas Islam — Sulawesi Selatan berpeluang menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah timur Indonesia. Potensi tersebut…



