Bantul, Bimas Islam --- Setelah resmi dicanangkan sebagai model dalam program Revitalisasi Kantor Urusan Agama (KUA), KUA Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus melakukan inovasi. Terbaru, KUA Sewon menggelar Nikah Bareng Estafet selama sebulan penuh dalam rangka peringatan kelahiran Pancasila pada bulan Juni.
"Kita sangat mengapresiasi dan bersyukur atas terlaksananya program Nikah Bareng Estafet ini. Program ini merupakan kerja sama KUA Sewon dengan Forum Ta'aruf Indonesia (Fortais) dan Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA)," ungkap Kepala KUA Sewon, Asrori di Sewon melalui pesan tertulis kepada bimasislam, Selasa (8/6/21).
Asrori menambahkan, pasangan yang menikah pada Selasa, 8 Juni 2021 terdapat lima pasang pengantin diantaranya satu pasangan disabilitas. Ia mengaku bersyukur karena proses akad nikah berjalan dengan lancar.
"Iya, hari ini ada lima pasangan yang menikah. Satu diantaranya pasangan disabilitas, yaitu Mujiono dan Dewi Susilowati. Alhamdulillah proses berjalan lancar," tambahnya.
Inovasi lain di KUA Sewon sebagai respons dari program Revitalisasi KUA ialah siaran langsung proses akad nikah. Hal ini disebabkan adanya pembatasan kehadiran di Balai Nikah dan Manasik Haji selama pandemi Covid-19.
"Kita ada fasilitas live streaming di Channel Youtube KUA Sewon saat akad nikah agar bisa diakses masyarakat luas. Karena selama pandemi Covid-19 kita batasi 10 orang yang hadir dalam ruangan. Ini merupakan bagian perbaikan layanan publik berupa akses informasi yang cepat dan patuhi protokol kesehatan," terangnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Nikah Bareng Estafet, Ryan Budi Nuryanto mengatakan, program ini akan dihelat selama satu bulan penuh selama Juni sebagai bulan lahirnya Pancasila.
"Iya, setiap hari dimulai jam 09.00–16.00 WIB di KUA Sewon, Bantul. Temanya Pancasila Satukan Hati Bangkit Bersama Melawan Pandemi," terang Ryan.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag: Sulsel Berpeluang Jadi Pusat Pengembangan Ekonomi Syariah di Wilayah Timur Indonesia
Makassar, Bimas Islam — Sulawesi Selatan berpeluang menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah timur Indonesia. Potensi tersebut…



