Bandung, Bimas Islam -- Kementerian Agama menggelar Dialog Nasional Keagamaan dan Kebangsaan. Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Adib menjelaskan, dialog nasional tersebut sebagai upaya memperkuat kerukunan.
"Dalam membangun kerukunan umat beragama, Kementerian Agama tidak mungkin bekerja sendirian, tetapi membutuhkan mitra kolaborasi dari tingkat pusat hingga daerah," ujar Adib di Hotel Mercure Bandung City Centre, Kamis (1/12).
Adib menegaskan, dialog nasional tersebut merupakan upaya memperkuat langkah bersama dalam menjaga kerukunan. Dia mengatakan, tanpa kolaborasi dan koordinasi banyak pihak, kerukunan umat beragama sulit diwujudkan.
"Dialog nasional ini ingin menggandeng seluruh stakeholder untuk bersama-sama membangun Indonesia yang rukun dan maju. Sebab tidak mungkin Kemenag bertindak sendirian dalam menjaga kerukunan," kata mantan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat ini.
Adib menambahkan, dalam konteks membangun Indonesia yang damai dan rukun, ada dua pendekatan yang dilakukan Kemenag. Pertama, melalui penguatan moderasi beragama. Kedua, melalui Sistem Peringatan Dini Konflik Sosial Berdimensi Agama.
"Selama ini kami melakukan dua pendekatan untuk menjaga dan memperkuat kerukunan, yaitu soft approach atau pendekatan lembut yaitu dengan moderasi beragama, dan hard approach atau pendekatan keras yaitu dengan early warning system. Dua pendekatan ini sedang dan terus kami matangkan untuk Indonesia yang rukun dan maju," tandasnya.
Hadir, Tenaga Ahli Menteri Agama Bidang Analisis Pengembangan Kementerian dan Kelembagaan Mahmud Syaltout, Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Wawan Djunaedi, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat Ajam Mustajam, para Kasubdit di lingkungan Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, serta para akademisi dan peneliti.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag: Sulsel Berpeluang Jadi Pusat Pengembangan Ekonomi Syariah di Wilayah Timur Indonesia
Makassar, Bimas Islam — Sulawesi Selatan berpeluang menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah timur Indonesia. Potensi tersebut…



