Magelang, Bimas Islam -- Penyuluh Agama Islam Kankemenag Magelang bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menggelar diskusi pemuda lintas agama. Kepala Kankemenag Magelang, Panut menilai kegiatan tersebut penting dilakukan sebagai upaya memperkuat kerukunan umat beragama.
"Damai itu tumbuh. Jika antarpemeluk agama ini sering bertemu, kehidupan keagamaan akan semakin rukun. Yang tadinya salah paham bisa diluruskan," ujar Panut dalam sambutannya pada acara bertajuk Peran Pemuda dalam Mewujudkan Toleransi Beragama di Gedung Serbaguna Kankemenag Magelang, Rabu (7/12).
Panut menyatakan, kerukunan umat beragama di Magelang tergolong baik. Meski demikian, dia tetap mengharapkan penyelenggaraan acara yang bertujuan memupuk dan memperkuat harmonisasi kehidupan umat beragama.
"Sekarang mungkin harmonis, tapi kita tidak pernah tahu bagaimana nantinya. Maka, acara-acara seperti ini, melibatkan peran pemuda sangat bagus dan penting dilakukan. Kami percaya bahwa pemuda merupakan tonggak masa depan bangsa dan negara. Karena itu, pemudanya harus berkarakter, berkualitas, dan yang paling penting moderat," paparnya.
Panut berharap, penyelenggaraan diskusi pemuda lintas agama ini memberi kesadaran semua orang akan pentingnya hidup rukun dan harmonis meski berbeda. Menurutnya, diskusi ini bisa menjadi contoh bahwa berbeda tidak menjadi penghalang untuk duduk bareng membangun negeri.
"Kegiatan ini menjadi tonggak awal bagi terwujudnya kerukunan umat beragama khususnya di Kabupaten Magelang. Para pemuda yang hadir diharapkan menjadi pelopor dan duta damai di masyarakat karena di tangan merekalah masa depan bangsa ini dipertaruhkan," tandasnya.
Hadir pada kesempatan itu perwakilan FKUB Magelang, para Kasi Bimas di Kankemenag Magelang, serta Penyuluh Agama Islam PNS dan Non PNS di lingkungan Kankemenag Magelang. Hadir pula perwakilan pemuda dari Ormas Islam seperti Muhammadiyah dan NU, serta pemuda lintas agama lain.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag: Sulsel Berpeluang Jadi Pusat Pengembangan Ekonomi Syariah di Wilayah Timur Indonesia
Makassar, Bimas Islam — Sulawesi Selatan berpeluang menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah timur Indonesia. Potensi tersebut…



