"Dalam tasyakuran hari jadi Kementerian Agama ke-78, kami hadir di Masjid Jami' Matraman untuk merayakan dan memerhatikan kemakmuran masjid," jelas Wamenag.
Dalam kesempatan tersebut, Wamenag juga memohon doa dan dukungan dari Dewan Kemakmuran Masjid Jami' Matraman untuk kelancaran tugas Kemenag. "Kami bersilaturahmi dan memohon doa agar kami tetap diberi kekuatan dalam menjalankan amanah dan menyelesaikan tugas dengan baik," ujarnya.
Wamenag menekankan pentingnya peran Masjid Jami' Matraman dalam sejarah bangsa Indonesia. "Masjid ini bersejarah, menjadi saksi pergerakan dan mengantarkan kemerdekaan bangsa kita," tambahnya.
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Adib menyampaikan, kegiatan tasyakuran tersebut menjadi simbol pelayanan keagamaan. Ia berharap kegiatan bakti sosial bisa menginspirasi dalam memberi pelayanan keagamaan yang lebih baik.
"Mudah-mudahan, kegiatan ini menjadi inspirasi bahwa front line layanan keagamaan Kemenag ada di masjid, dan Kementerian Agama harus berada di dalamnya," ucap Adib.
Sementara itu, Ketua DKM Masjid Jami' Matraman, Abdurrahman, menyambut kedatangan Wamenag dengan semangat. Ia mengajak Wamenag untuk beriktikaf di masjid tersebut.
"Datanglah untuk iktikaf. Kita akan menemukan keajaiban dan mendapatkan keberkahan di masa depan," ajak Abdurrahman.
Salah satu momen istimewa dalam perayaan hari jadi Kemenag ini adalah penyerahan 100 mushaf Al-Qur’an pada Masjid Jami' Matraman sebagai bentuk perhatian Kemenag terhadap masjid bersejarah tersebut.
Ba/Mr
*Fotografer:Shandry F Nanere



