Madiun, Bimas Islam --- Sebanyak 36 Penyuluh Agama Islam dari Kankemenag Kabupaten Sampang melakukan studi banding di Kankemenag Kabupaten Madiun. Rombongan yang dipimpin langsung Kakankemenag Kabupaten Sampang, Pardi ini disambut ramah oleh Kakankemenag Kabupaten Madiun, Akhmad Sururi.
Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Aula Arafah Kankemenag Kabupaten Madiun ini, Pardi menyampaikan, pihaknya ingin melihat langsung inovasi bimbingan dan penyuluhan yang dilaksanakan Penyuluh Agama Islam di Madiun.
Sementara itu, Akhmad Sururi yang menyambut baik kunjungan Penyuluh Agama Islam Kabupaten Sampang ini menyampaikan sejumlah program sinergi antara Kankemenag dengan stakeholder lain di Kabupaten Madiun.
"Penyuluh Agama Islam di Kabupaten Madiun melalui Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) dan Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) mengedepankan kolektivitas dalam memberikan bimbingan kepada masyarakat," ungkap Akhmad, Senin (27/12/21).
"Kita menjalin kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman dengan Kepolisian terkait pencegahan radikalisme dan terorisme, atau dengan Baznas untuk pengembangan ekonomi umat," tambah Akhmad.
Akhmad menambahkan, dalam rangka menyambut program prioritas Kemenag Pusat, Kankemenag Kabupaten Madiun melalui Penyuluh Agama Islam juga mendirikan Kampung Toleransi dan Desa Kerukunan.
"Kita komitmen mendukung Moderasi Beragama dan Tahun Toleransi dengan mendirikan Kampung Toleransi dan Desa Kerukunan," tambahnya.
Dalam sesi diskusi, Ketua Pokjaluh Kabupaten Madiun, Kusnan dan Ketua FKPAI Kabupaten Madiun, M. Mahbubi Ali memaparkan program binaan dari 8 bidang penyuluhan. Selain mengedepankan kebersamaan, program bimbingan dan penyuluhan juga menyasar bidang sosial.
"Kita punya program Pesantren Tilawah dan sejumlah program sosial yang menggunakan DIPA (Dana Iuran Penyuluh Agama) dan kerja sama dengan sejumlah pihak, salah satunya dengan Baznas Kabupaten Madiun," terang Kusnan.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Ini Langkah Kemenag Jadikan Dana Sosial Keagamaan Instrumen Strategis Pengentasan Kemiskinan
Bandung, Bimas Islam — Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya…



