Waryono memberi arahan kepada LAZ di NTB untuk secara konsisten mengumpulkan potensi sumber daya manusia yang dapat diberdayakan Kampung Zakat. Selanjutnya, potensi tersebut dihitung dan direncanakan agar dapat dijadikan modal untuk mendukung pembangunan nasional.
“Kemenag dan LAZ perlu menghitung capaian dan perlu dilaporkan ke Bappenas. Jumlah ini bisa menjadi bukti kontribusi nyata Kementerian Agama mendukung pembangunan nasional,” ujar Waryono kepada wartawan, Selasa (12/12/2023).
Waryono juga meminta LAZ di Kampung Zakat Longseran untuk berkoordinasi merancang program jangka panjang dan menjalankannya secara sinergis. Ia pun mengapresiasi upaya Kemenag setempat dan LAZ yang telah mengonsolidasikan dengan Kepala Dusun dan Dinas Sosial untuk memberi akses kepada keluarga miskin.
“Kemarin saya mencontohkan, misalnya, ada program beasiswa bagi mustahik, atau anaknya. Nah bagaimana menjalankannya? Ya dengan mengonsolidasikan dengan Kades setempat sehingga ada pemetaan di daerah sana,” ucap Waryono.
Waryono juga menyoroti potensi wisata yang besar di NTB. Program yang diimplementasikan di Kampung Zakat dapat menjadi lebih menarik apabila diiringi pemanfaatan potensi pariwisata yang ada.
“Saya berharap ada profiling Kampung Zakat yang dapat diselesaikan, sehingga diketahui kelemahan dan percepatan intervensi serta menjadi piloting project di tempat lain,” tandas Waryono.
Fn/Mr



