Banyumas, Bimas Islam --- Sejumlah tokoh masyarakat mengapresiasi inovasi layanan Laku Rahmat KUA Banyumas. Inovasi berupa jemput bola dalam memberikan layanan kepada masyarakat ini dirasa memudahkan.
"Kami sangat mengapresiasi. Laku Rahmat (Layanan KUA Ramah Menjemput Umat) KUA Banyumas ini sangat membantu. Warga kami sangat dimudahkan dalam mendapatkan layanan KUA," ungkap Kepala Desa Binangun, Sadam melalui pesan tertulis kepada bimasislam, Selasa (22/2/22).
Selain Desa Binangun, Laku Rahmat KUA Banyumas juga dilaksanakan di Desa Dawuhan, Karangrau, dan Papringan. Keempat desa ini terletak di daerah pegunungan dan jauh dari KUA Banyumas
Senada dengan Sadam, Pengurus Musala Baitussalam Desa Binangun, Arwanto juga merasakan kemudahan dengan layanan ini. Kemudahan tersebut dirasakan Arwanto saat mendapatkan layanan zakat dan wakaf.
"Saya kira akan dipersulit saat mengurus sertifikat tanah wakaf. Ternyata dengan Laku Rahmat ini, prosesnya mudah dan cepat," ungkapnya.
"Petugas datang ke tempat kami dengan memberikan penjelasan yang rinci dan tertib. Prosesnya mudah dan tidak berbelit. Gratis," akunya.
Saat mengakses layanan sertifikasi tanah wakaf, Arwanto didampingi Penyuluh Agama Islam KUA Banyumas, Faidus Sa'ad. Faidus datang dan melakukan pengecekan langsung ke tanah wakaf untuk memastikan ukuran dan status tanah serta semua dokumen yang diperlukan.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Ini Langkah Kemenag Jadikan Dana Sosial Keagamaan Instrumen Strategis Pengentasan Kemiskinan
Bandung, Bimas Islam — Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya…



