"Saya senang sekali melihat teman-teman pengurus di masjid saya atau di mana pun, produktif mengisi kegiatan di masjid, jadi pengurus kalau ada program di lingkungan masjid. Ini kan yang juga patut pemerintah apresiasi dan ikut bantu dalam melihat usaha mereka," ujar Ustaz Maulana kepada wartawan di sela acara Devotion Experience (Dev-X) Hari Amal Bhakti ke-78 Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta Convention Center, Minggu (7/1/2024).
Ia juga mengapresiasi Kemenag yang selama ini telah memberikan perhatian pada tempat ibadah di Indonesia, khususnya masjid. Bentuk perhatian tersebut terlihat dari perizinan pendirian rumah ibadah yang tidak dipersulit, dan pengadaan bantuan operasional untuk masjid.
"Kita patut bersyukur ada kemudahan yang diberikan pemerintah. Izin pendirian rumah ibadah juga tidak dipersulit, mungkin, seperti di negara lain. Kita patut acungkan jempol, salut sama pemerintah," ungkapnya.
Ia mengungkapkan, kesejahteraan masjid perlu digalakkan. Menurutnya, masjid juga harus bisa memakmurkan masyarakat di sekitarnya.
"Sebagaimana yang dipaparkan KH. Nasaruddin Umar, masjid juga harus memakmurkan jemaahnya. Tidak hanya masjidnya dimakmurkan, tapi masjid juga memakmurkan ekonomi umat, dan masyarakat sekitarnya," ucapnya.
Sebelumnya, Ustaz Maulana memberi tausiah dalam Gebyar Masjid Ramah bersama Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Adib, Imam Besar Masjid Istiqlal KH. Nasaruddin Umar, dan aktris Betari Ayu.
Fn/Mr



