"Gereja Isa Almasih Pegangsaan sudah menjalankan apa yang disebut sebagai moderasi beragama, terlihat bagaimana para pekerja dan petugas yang ada tidak hanya dari Kristen, tapi juga ada yang beragama Islam," ujar Wamenag.
Wamenag berterima kasih kepada pengurus gereja yang telah menunjukkan semangat moderasi beragama. Ia menyebut, hal itu menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam merawat keberagaman.
"Di sini sudah berjalan apa yang menjadi keseharian tentang bagaimana toleransi terjadi. Dari sini kita tularkan kepada anak-anak, lingkungan, saudara, dan seluruh rakyat Indonesia bahwa Inilah Indonesia," tutur Wamenag.
Wamenag juga mengingatkan kepada para ASN yang hadir untuk terus menggelorakan tujuh program prioritas Kemenag, khususnya program Moderasi Beragama.
Sebelumnya, Gembala Sidang Gereja Isa Almasih Pegangsaan, Gunawan Hartono dalam sambutannya mengatakan, Gereja Isa Almasih Pegangsaan memiliki sepuluh pegawai beragama Islam. "Para pegawai dan pekerja di gereja saling menghormati dan menghargai kepercayaan dan ketaatan beribadah dalam pelaksanaan kerja di Gereja Isa Almasih Pegangsaan," ungkapnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Dirjen Bimas Kristen, Jeane Marie Tulung bersama Sesditjen Bimas Kristen, Urbanus Rahangmetan dan jajaran. Hadir juga perwakilan Eselon I Kemenag.
Sebelumnya, Wamenag juga melakukan khidmat di Masjid Jami' Matraman Jakarta. Wamenag menyampaikan, bakti sosial digelar untuk lebih memberi perhatian terhadap kemakmuran masjid.
"Dalam tasyakuran hari jadi Kementerian Agama ke-78, kami hadir di Masjid Jami' Matraman untuk merayakan dan memerhatikan kemakmuran masjid," jelas Wamenag.
Fn/Mr



