Ambon, Bimas Islam --- Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) di bawah Program Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah menggelar Dialog Nasional Keagamaan dan Kebangsaan di Hotel Santika, Ambon, Maluku.
Dialog yang mengusung tema, "Islam Ramah dan Maslahah; Membangun Harmoni dan Perilaku Moderasi Beragama” itu dibuka secara resmi oleh Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Ditjen Bimas Islam Mohammad Agus Salim, Senin (21/10).
Dalam sambutannya, Direktur menyampaikan bahwa kegiatan dialog yang mengambil intisari keagamaan dan kebangsaan guna membangun harmoni dan perilaku moderasi beragama sangat penting dilakukan. Menurut Agus, sikap ketaatan atas ajaran keagamaan dapat mengantarkan para penganutnya kepada nilai-nilai kebaikan yang bersifat rahmatan lil alamin, dan hal tersebut lanjutnya menjadi bagian tak terpisahkan dari Visi Misi dari Kementerian Agama.
“Salah satu amanat yang terkandung dalam Visi dan Misi Kementerian Agama adalah terwujudnya masyarakat yang taat beragama, darinya kemudian akan lahir sikap-sikap kebajikan yang menyebar seperti kerukunan umat beragama dan juga keharmonisan sosial”, ungkap Agus.
Agus pun menambahkan tentang pentingnya menjadikan nilai kebangsaan sebagai dasar sikap keberagamaan, karena menurutnya Indonesia dengan falsafah Pancasila menunjukkan sisi keunikan masyarakat yang ada di dalamnya.
“Jika kita bandingkan dengan negara Irak atau Suriah yang belakangan tercoreng oleh perilaku beragama model ISIS, maka di Indonesia sudah seharusnya bersyukur dan menghindari benar model itu”, jelas Agus.
Karenanya Agus selalu berpesan, bahwa jika anda menjadi seorang muslim maka jadilah seorang muslim yang hidup di Indonesia, jika anda seorang Budha atau Kristen maka jadilah Budha dan Kristen yang hidup di Indonesia, jangan sampai menjadi seperti di Myanmar atau tempat yang jauh konteksnya.
Terkait program-program moderasi beragama yang diselenggarakan oleh Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah selama tahun 2019, Agus menyampaikan beberapa jenis kegiatan unggulan seperti Bina Moderasi Islam Bagi Generasi Millenial, Diseminasi Konten dan Naskah Moderasi, Lokakarya Qadhaya Fiqhiyyah Muassirah tentang Bahaya Hoax dan Ujaran Kebencian, dan Bina Remaja dan Takmir Masjid Berwawasan Moderasi Beragama.
Dialog Nasional Keagamaan dan Kebangsaan digelar selama tiga hari, tanggal 21 hingga 23 Oktober 2019. Selain Direktur Urais Binsyar, kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber lainnya, seperti Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Maluku, Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Ketua Umum MUI Kota Ambon, Tokoh Pemuka Islam Abidin Wakano dan Akademisi Perguruan Tinggi Agama Islam Kota Ambon.
Dalam acara pembukaan turut hadir pula sejumlah tokoh agama perwakilan dari Agama Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan organisasi keagamaan lainnya. Hadir sebagai peserta aktif kegiatan ini antara lain, para pejabat Kementerian Agama se-wilayah Indonesia Timur seperti Provinsi Papua, Papua Barat, NTT dan Maluku Utara, serta unsur Penyuluh Agama Islam, dosen, mahasiswa, tokoh Ormas Islam.
Penulis: syafaat
Editor: syafaat
Foto: bimasislam
Direktur Buka Dialog Keagamaan dan Kebangsaan di Ambon
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSambut Hari Toleransi se-Dunia, Kemenag Siapkan 15 Program dalam The Wonder of Harmony
Kementerian Agama menyiapkan 15 program untuk memperkuat toleransi, merawat kerukunan antarumat beragama, dan menumbuhkan kepedulian kemanusiaan melalui rangkaian The Wonder of Harmony 2026
Kemenag Kembangkan Skema Kemandirian Energi Masjid Berbasis Zakat dan Wakaf
Kemenag Kembangkan Skema Kemandirian Energi Masjid Berbasis Zakat dan Wakaf
Di Grup Kita Diam, di Japri Kita Panjang Bicara: Ada Apa?
Di Grup Kita Diam, di Japri Kita Panjang Bicara: Ada Apa?
Kemenag Dorong Beasiswa Zakat Terintegrasi di SatuBeasiswa, Cegah Pendanaan Ganda
Kemenag dan Kemdiktisaintek Perluas Akses Kuliah melalui SatuBeasiswa






