Bimas IslamDirectorate General of Islamic Community Guidance

Dirjen Bimas Islam Ingatkan Penghulu Jaga Integritas

Jakarta, bimasislam— Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin mengingatkan penghulu untuk senantiasa menjaga integritas dalam melayani masyarakat. Hal ini seiring dengan terus diperbaikinya kesejahteraan para petugas pencatat perkawinan ini.
 
Hal itu disampaikan Dirjen pada saat membuka kegiatan Musabaqah Baca Kitab dan Lomba Karya Tulis Ilmiah (MBK LKTI) Bagi Penghulu Tingkat Nasional Tahun 2017, Ahad (29/10) di Jakarta.
 
Dirjen menyebutkan, sejumlah regulasi telah disiapkan pemerintah untuk memperbaiki kesejahteraan para penghulu, seperti terbitnya PP Nomor 48 Tahun 2014 kemudian PP Nomor 19 Tahun 2016 yang menjadi instrumen pendapatan penghulu menjadi bertambah.
 
"Saat ini ada enam macam pendapatan yang diterima penghulu, mulai dari gaji pokok, tunjangan jabatan, tunjangan kinerja, uang makan, honor, dan transport," ungkapnya.
 
"Bahkan ada juga penghulu yang bisa mendapat tujuh macam bila ia sendiri, yaitu menerima BOP KUA,"  Dirjen menambahkan.
 
Menurut Dirjen, perjuangan untuk memperbaiki nasib para penghulu tidaklah mudah. Sebab harus bisa meyakinkan Bappenas dan Kementerian Keuangan.
 
"Saya mau cerita soal honor, itu dulu perjuangannya sangat berat. Waktu itu kita sebut jasa profesi, tapi Kementerian Keuangan menolak. Lalu saya cari akal ganti istilah jasa profesi menjadi honor, saya analogikan dengan seorang dosen yang dapat honor jika mengajar di kampus lain, baru kemudian diterima," Dirjen menjelaskan.
 
Selain memperbaiki kesejahteraan penghulu, kata dia, Ditjen Bimas Islam juga memperbaiki gedung-gedung KUA Kecamatan tempat para penghulu bekerja dan bertugas.
 
"Pada tahun 2017 kita bangun 256 balai nikah, tahun depan sebanyak 245 gedung dan pada tahun 2019 saya targetkan sebanyak 1.000 gedung sudah terbangun," tandasnya.
 
Oleh karena itu, menurut Dirjen, jangan sampai terdengar lagi ada penghulu yang menerima gratifikasi dan pungli dari masyarakat.
 
Penghulu, kata Dirjen, adalah jabatan yang bergengsi pada saat ini karena banyak peminatnya. Makanya menjadi tidak heran pada saat dilaksanakan diklat calon penghulu pada saat ini karena banyak peminatnya. Makanya menjadi tidak heran pada saat dilaksanakan diklat calon penghulu pada tahun 2016, banyak diikuti para guru.

(Insan/bimasislam)

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Ada RISE dan KOSMIN untuk Perluas Akses Keagamaan Teman Tuli
Berita · 26 Okt 2026

Ada RISE dan KOSMIN untuk Perluas Akses Keagamaan Teman Tuli

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam Kemenag menyiapkan Ruang Inklusif dan Setara (RISE) dan pengembangan Kosa Isyarat Keislaman Indonesia (KOSMIN) untuk mempermudah akses penyandang disabilitas, khususnya teman tuli, terhadap pemahaman ajaran Islam.

Bagaimana Ijtihad Ulama Berperan dalam Penetapan Status Halal Produk?
Berita · 26 Okt 2026

Bagaimana Ijtihad Ulama Berperan dalam Penetapan Status Halal Produk?

Menurut Fuad, bahan konsumsi dan produk pangan olahan berpotensi masuk kategori syubhat apabila asal-usul dan proses pengolahannya tidak dapat dipastikan. Ia menjelaskan, fatwa halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjadi dasar bagi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam menerbitkan sertifikat halal.