Demikian disampaikan oleh Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin saat memimpin rapat persiapan pelaksanaan MHQH Tahun 2018 di Ruang kerja Dirjen Bimas Islam, Jl. MH. Thamrin No. 6 Jakarta Pusat, Rabu (31/1).
Dikatakan Amin, bahwa MHQH Alu Suud merupakan program kerjasama rutin yang diadakan dalam rangka meningkatkan kecintaan umat Islam terhadap Alquran dan Alhadis, serta mencari bibit-bibit unggul dari lembaga pendidikan Islam di Indoensia, khususnya pesantren tahfiz Alquran dan Alhadis.
Amin yang juga Guru Besar bidang Hadis ini memberi apresiasi atas kerjasama yang telah terjalin dengan baik dan berharap MHQH Alu Suud dapat dijadikan ajang memperkuat silaturahmi antara Indonesia dan Arab Saudi. Pihaknya pun berharap panitia penyelenggara dapat bekerja dengan baik.
“Kerjasama ini adalah suatu kebanggaan, saya berharap kegiatan ini dapat memperkuat hubungan silaturahmi kita dengan Arab Saudi, saya minta panitia bekerja ekstra agar semua berjalan sesuai yang telah direncanakan”, terangnya.
Disaat yang sama, Direktur Penerangan Agama Islam, Khoirudin mengungkapkan bahwa persiapan MHQH Alu Suud telah dipersiapkan dengan baik. Bahkan, pihaknya sedang mengupakayan peningkatan kualitas musabaqah dari tahun tahun sebelumnya.
“Insya Allah tahun ini akan lebih baik, kita akan melakukan peningkatan kualitas pelaksanaan dari tahun tahun sebelumnya”, ujar Khoirudin.
Khoirudin menambahkan, untuk tingkat nasional akan diikuti 160 peserta putera dan 30 puteri, sedangkan untuk tingkat Asia Pasific akan diikuti 150 orang berasal dari 22 negara.
Rapat sendiri diikuti oleh perwakilan Atase Kedutaan Besar Arab Saudi, Sektetaris Ditjen Bimas Islam, Kepala Subdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Alquran dan Alhadis dan dipimpin oleh Dirjen Bimas Islam.
(syam/bimasislam)






