Bimas IslamDirectorate General of Islamic Community Guidance

Dirjen: Penghulu Punya Peran Strategis Tangkal Ideologi Radikal

Jakarta, bimasislam—Penghulu memiliki peran yang sangat strategis dalam menangkal ideologi radikal yang kian marak di Indonesia. Sebab, para penghulu berhadapan langsung dengan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kamaruddin Amin pada saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Kepala KUA Kecamatan Non Penghulu, Kamis (20/7) di Premiere Santika Hotel Jakarta.

Menurut Kamaruddin yang juga Dirjen Pendidikan Islam ini, saat ini dunia Islam termasuk Indonesia mengalami banyak tantangan besar diantaranya globalisasi dan rasa primordialisme yang kuat. Adanya globalisasi mengakibatkan masuknya ideologi transnasional yang tidak cocok buat Indonesia. Apalagi ideologi tersebut nyata-nyata mengajarkan paham yang radikal.

"Rasa primordialisme paham keagamaan yang kuat bisa memicu konflik horizontal umat Islam," ujar Kamaruddin.

Oleh karena itu menurut alumni Born University, Germany dan Leiden University Netherlanda ini, KUA dan penghulu diharapkan menjadi sebuah entitas yang bisa menangkal ideologi radikal dan dapat memberikan pemahaman yang moderat kepada umat.

"Penghulu harus menjadi the guardian of faith of umah, tandas mantan wakil rektor UIN Sultan Alauddin Makassar ini.

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Mohsen mengatakan, inpassing Kepala KUA menjadi penghulu mutlak dilakukan mengingat kebutuhan penghulu dan jumlah yang tersedia sangat jauh berbeda.

Dia menyebutkan, kebutuhan penghulu di Indonesia sebanyak 9.845 orang. Sementara yang ada saat ini hanya 4.005 orang.

"Sementara sampai saat ini Kementerian Agama masih memberlakukan moratorium CPNS, sehingga untuk memenuhi kebutuhan penghulu tersebut dilakukan dengan cara inpassing," jelas mantan Kepala Kanwil Sulawesi Tengah ini.
(insan/bimasislam)

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Ada RISE dan KOSMIN untuk Perluas Akses Keagamaan Teman Tuli
Berita · 26 Okt 2026

Ada RISE dan KOSMIN untuk Perluas Akses Keagamaan Teman Tuli

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam Kemenag menyiapkan Ruang Inklusif dan Setara (RISE) dan pengembangan Kosa Isyarat Keislaman Indonesia (KOSMIN) untuk mempermudah akses penyandang disabilitas, khususnya teman tuli, terhadap pemahaman ajaran Islam.

Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan
Berita · 26 Okt 2026

Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam tahun ini kembali menggelar The Wonder Harmony.  Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama Thobib Al-Asyhar mengatakan bahwa giat ini sebagai upaya memperbanyak ruang perjumpaan antarumat beragama.

Bagaimana Ijtihad Ulama Berperan dalam Penetapan Status Halal Produk?
Berita · 26 Okt 2026

Bagaimana Ijtihad Ulama Berperan dalam Penetapan Status Halal Produk?

Menurut Fuad, bahan konsumsi dan produk pangan olahan berpotensi masuk kategori syubhat apabila asal-usul dan proses pengolahannya tidak dapat dipastikan. Ia menjelaskan, fatwa halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjadi dasar bagi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam menerbitkan sertifikat halal.