Bimas IslamDirectorate General of Islamic Community Guidance

Kemenag dan GKMNU Targetkan Program Bimbingan Keluarga Digelar di 5.957 Desa

Bandung, Bimas Islam -- Kementerian Agama (Kemenag) bersama Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU) menargetkan program Bimbingan Keluarga digelar di 5.957 desa di Jawa Barat. Bimbingan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas ketahanan keluarga dan mencegah berbagai persoalan sosial terkait keluarga.
 
Direktur KUA dan Bina Keluarga Sakinah Kemenag, Zainal Mustamin mengatakan, peradaban suatu bangsa ditentukan oleh ketangguhan keluarga. Keluarga-keluarga yang tangguh hanya dapat tercapai manakala seluruh komponen keluarga mempunyai visi yang sama untuk mewujudkan keluarga yang maslahat.
 
“Di Indonesia, kita mempunyai banyak persoalan sosial terkait keluarga, terutama tingginya angka perceraian, kawin anak, dan stunting,” ujarnya saat pada kegiatan Bimtek Penggerak Gerakan Keluarga Sakinah untuk Ketahanan Keluarga dan Bangsa di Bandung, Senin (27/11/23).
 
Menurut Zainal, dampak lanjutan dari perceraian adalah hilangnya kasih sayang orang tua kepada anak, sehingga memicu persoalan susulan, salah satunya pergaulan bebas. Zainal menyebut, pergaulan bebas merupakan salah satu sebab terjadinya perkawinan anak.
 
“Jika anak-anak sudah menikah pada usia dini, maka permasalahan yang muncul berikutnya adalah tingginya stunting di Indonesia,” kata Zainal.
 
Untuk mencegah berbagai persoalan sosial yang terkait dengan keluarga, Kemenag dan GKMNU akan melakukan bimbingan keluarga secara intensif di 5.957 desa di Jawa Barat.
 
“Bimbingan keluarga ini akan dilakukan sedini mungkin agar peningkatan kualitas ketahanan keluarga tercapai,” kata Zainal.
 
Msk/Mr

Baca Selanjutnya

Lihat semua